INDORAYATODAY.COM, DEPOK — Wali Kota Depok Supian Suri berpesan kepada calon peserta magang ke Jepang agar tidak hanya mengandalkan keterampilan, tetapi juga menyiapkan mental menghadapi kehidupan di negeri orang.

Pesan itu disampaikan Supian saat mengunjungi PT JIAEC di Jalan Ir. H. Juanda, Baktijaya, Sukmajaya, Depok, Senin (28/9/2026).

Di hadapan para peserta pelatihan, Supian mengajak mereka menjadi pribadi yang tangguh. Ia bahkan menyerukan kata “petarung” sebanyak tiga kali yang disambut serentak oleh para peserta.

“Secanggih apa pun otak pintar, seterampil apa pun, tapi kalau enggak ada mental, enggak akan jadi apa-apa. Jadi, petarung!” ujar Supian.

Bagi Supian, keberanian para peserta meninggalkan kampung halaman merupakan modal penting untuk meraih masa depan. Terlebih, mereka akan menghadapi lingkungan, budaya, dan kebiasaan kerja yang berbeda dari Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan selama berada di Jepang bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi. Ada keluarga yang menaruh harapan terhadap keberhasilan mereka.

“Kenapa saya bilang petarung, karena enggak mudah hidup di negeri orang, ya. Dan mudah-mudahan dengan semangat petarung kita bisa menaklukkan Jepang. Kita bisa menaklukkan masa depan,” katanya.

Supian pun meminta para peserta memanfaatkan masa pelatihan untuk membangun kedisiplinan, menjaga kesehatan, dan membiasakan diri berolahraga agar lebih siap menghadapi tantangan di Jepang.

Ia berharap pengalaman magang selama tiga hingga lima tahun nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga sekaligus masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Dalam kunjungan tersebut, Supian juga menyampaikan keinginannya agar semakin banyak warga Depok memperoleh kesempatan mengikuti program pemagangan ke luar negeri.

Ia menyatakan Pemerintah Kota Depok siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan pengembangan program pelatihan PT JIAEC.

BACA JUGA:  Tabur Bunga di TMP Kalimulya, Supian Suri: Terima Kasih Para Pahlawan

Saat ini, sekitar 280 peserta menjalani pelatihan di lembaga tersebut, sementara fasilitas yang tersedia mampu menampung hingga 500 orang.

Supian berharap jumlah peserta terus bertambah sehingga kapasitas pelatihan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, ia menyinggung kemungkinan penambahan gedung apabila kebutuhan fasilitas meningkat.

Menutup pesannya, Supian meminta para peserta tidak memandang rendah pekerjaan apa pun yang nantinya mereka jalani di Jepang.

“Jangan sepelekan pekerjaan apa pun di sana, maksimalkan terus, mudah-mudahan insya Allah seiring waktu akan banyak kebaikan-kebaikan yang bisa kita dapat,” ujarnya. ***