INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Wali Kota Depok Supian Suri memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah saat menghadiri Malam Puncak Hari Santri 2026 di Balai Kota Depok, Kamis (5/11/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Depok Open Space (DOS) tersebut, Supian menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menyelesaikan persoalan yang masih dikeluhkan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk para kiai, ustaz, guru, dan pengelola lembaga pendidikan.
Menurutnya, pemerintah dan kalangan pendidik memiliki tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi masa depan bangsa.
“Kami insya Allah bersama para Kiai, para Ustaz, para guru punya semangat yang sama, bagaimana kita hari ini memberikan kebaikan-kebaikan juga melahirkan generasi-generasi hebat buat masa depan bangsa yang kita cintai ini,” ujar Supian.
Supian menjelaskan, pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan 52 sekolah swasta setingkat SMP, termasuk madrasah tsanawiyah (MTs), untuk membantu pembiayaan pendidikan warga.
Melalui kerja sama tersebut, biaya pendidikan bagi peserta didik yang memenuhi sasaran program ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok.
“Jadi warga Depok yang mungkin tidak punya kecukupan pembiayaan buat sekolah, pembiayaannya dibiayai oleh APBD Kota Depok dengan tidak harus membangun sekolah negeri,” katanya.
Selain itu, Pemkot Depok menargetkan pemberian 500 beasiswa pendidikan tinggi bagi warga yang ingin melanjutkan kuliah pada 2026.
Di luar sektor pendidikan, Supian menyebut penanganan kemacetan sebagai salah satu pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Ia secara khusus menyinggung kondisi lalu lintas di wilayah Sawangan yang masih menjadi keluhan masyarakat. Supian berharap upaya penanganannya dapat menunjukkan hasil pada tahun ini.
Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran Rp300 juta untuk setiap RW sebagai bagian dari upaya meningkatkan manfaat pembangunan di lingkungan masyarakat.
Supian menyampaikan bahwa program tersebut direncanakan berlanjut memasuki tahun kedua pada 2027.
Dalam kesempatan itu, Supian mengajak seluruh elemen masyarakat mempertahankan semangat santri dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mereka yang tidak pernah menempuh pendidikan di pesantren.
Ia juga memohon doa agar pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dan menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Supian menyampaikan permohonan maaf kepada para kiai, ustaz, guru, santri, dan masyarakat apabila pelayanan pemerintah masih memiliki kekurangan.

Tinggalkan Balasan