INDORAYATODAY.COM, DEPOK — BNN Kota Depok menggelar Mobile Napza dengan menyasar guru dan tenaga kependidikan SD Negeri di Kecamatan Tapos, Depok, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri Sukamaju Baru 02 tersebut merupakan bagian dari program yang digagas Dinas Kesehatan dengan menggandeng BNN Kota Depok untuk memberikan edukasi pencegahan narkotika sekaligus deteksi dini melalui tes urine.

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Depok, Purwoko Nugroho, mengatakan program tersebut telah berjalan selama sekitar dua tahun. Namun, terdapat perubahan sasaran pada pelaksanaan tahun ini.

“Memang sudah berjalan dua tahun ke belakang. Bedanya untuk tahun ini, kalau tahun-tahun kemarin targetnya pelajar, tahun ini targetnya guru-guru sama tenaga kependidikan,” kata Purwoko saat ditemui INDORAYATODAY, Jumat (28/8/2026).

Menurut Purwoko, Mobile Napza tahun ini dirancang menyasar 11 kecamatan di Kota Depok. Pelaksanaannya melibatkan tenaga pendidik tingkat SD dan SMP sebagai sasaran kegiatan.

Untuk Kecamatan Tapos, kegiatan diikuti sekitar 62 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

“Yang di Tapos itu kebetulan guru-guru SD sekecamatan Tapos. Untuk pesertanya lebih kurang 62, terdiri dari kepala sekolah, guru, sama tenaga kependidikan seperti administrasi dan sebagainya,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah. Materi mencakup cara mengenali anak yang terindikasi menyalahgunakan narkotika serta langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan indikasi tersebut.

Setelah edukasi, BNN Kota Depok melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan urine terhadap 62 tenaga pendidik dan kependidikan yang mengikuti kegiatan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif. Tidak ditemukan peserta yang terindikasi menyalahgunakan narkotika dalam pemeriksaan tersebut.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Siapkan Jembatan Ikonik di Situ Sidomukti, Wujudkan Ruang Terbuka Hijau Modern!

Purwoko mengatakan kegiatan pencegahan dan deteksi dini perlu dilakukan secara berkala di lingkungan pendidikan. Upaya tersebut tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga guru dan tenaga kependidikan.

Kegiatan Mobile Napza tahun ini diharapkan dapat memperluas upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah melalui edukasi sekaligus pemeriksaan dini.

BNN Kota Depok juga mengingatkan pihak sekolah agar tetap menjalankan langkah pencegahan secara berkelanjutan. Dengan demikian, lingkungan pendidikan dapat memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenali potensi penyalahgunaan narkotika sekaligus mengambil langkah yang tepat ketika menemukan indikasi.

Pelaksanaan di Tapos menjadi salah satu rangkaian Mobile Napza yang menyasar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah Kota Depok.