INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Mantan Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi mengingatkan ancaman polusi dan perubahan iklim yang menyebabkan simpanan air mayoritas danau di dunia terus menyusut.
Retno menyampaikan hal tersebut dalam momentum World Lake Day. Menurutnya, meski danau hanya mencakup sebagian kecil dari total air di bumi, ekosistem tersebut memiliki peran besar bagi kehidupan manusia.
Ia menyebut danau menyumbang hingga 87 persen sumber air tawar yang dapat diakses manusia. Karena itu, kondisi ekosistem danau perlu mendapat perhatian serius, terutama ketika tekanan terhadap sumber daya air semakin besar.
Retno memperingatkan bahwa polusi dan perubahan iklim telah memengaruhi simpanan air di mayoritas danau dunia.
Menurut dia, persoalan tersebut tidak cukup direspons hanya dengan menetapkan Hari Danau Sedunia. Peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk mendorong tindakan nyata dalam melindungi dan mengelola danau secara berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar melindungi lanskap alam, melainkan soal melindungi masa depan kita semua,” kata Retno.
Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air ini menegaskan, perlindungan danau memiliki kaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan manusia. Karena itu, upaya menjaga ekosistem danau perlu dilakukan secara konkret dan berkelanjutan.
Retno mengatakan setiap danau menghadapi tantangan yang berbeda. Namun, menurutnya, seluruh negara memiliki tujuan yang sama, yakni melindungi dan mengelola danau secara berkelanjutan.
“Tantangan yang dihadapi danau-danau di dunia pasti beragam, tetapi ada satu goal yang sama, yaitu memproteksi dan mengelola secara sustainable,” ujarnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Retno menekankan pentingnya kerja sama antarpihak, termasuk kerja sama internasional.
Menurut dia, kerja sama dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas masing-masing negara dalam mengelola dan melindungi ekosistem danau. Selain itu, aspek pembiayaan dan investasi juga perlu diperhatikan.
Retno juga menilai pertukaran pengalaman atau lesson learned antarpihak menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan danau.
Retno menyebut Indonesia telah mulai menunjukkan kepemimpinan dalam isu danau sejak sebelum 2024. Kepemimpinan tersebut, menurut dia, perlu terus dilanjutkan.
“Dan Indonesia sudah memulai kepemimpinannya di tahun 2024, bahkan sebelum-sebelumnya sudah mulai menunjukkan kepemimpinannya di isu yang terkait danau ini,” katanya.
Ia berharap Indonesia dapat mempertahankan peran tersebut, tidak hanya dalam isu danau, tetapi juga dalam pengelolaan air secara keseluruhan.
Retno menilai langkah tersebut semakin penting mengingat persoalan air dunia terus menghadapi tantangan besar. Menurutnya, berbagai elemen terkait air akan terus menjadi bagian dari pembahasan dalam forum internasional.
Dengan demikian, peringatan Hari Danau Sedunia tidak semestinya berhenti sebagai momentum simbolis. Retno mendorong agar peringatan tersebut diterjemahkan menjadi tindakan nyata melalui perlindungan, pengelolaan berkelanjutan, peningkatan kapasitas, pembiayaan, investasi, dan kerja sama internasional.

Tinggalkan Balasan