JAKARTA, INDORAYATODAY.COM – Kasus klaster hunian mewah Lapas Cibinong kembali bikin heboh.

Kali ini, giliran foto terpidana kasus korupsi Jimmy Masrin yang dipertanyakan.

Foto tersebut ditemukan dalam sebuah bingkai di salah satu rumah dinas kawasan klaster.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR RI, Senin (28/9/2026).

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo langsung mencecar Kalapas Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto.

Yanuar mempertanyakan asal-usul foto Jimmy Masrin yang berada di lokasi tersebut.

“Ini ada figura, bingkai foto atas nama Jimmy Masrin. Ini ada di rumah siapa, Pak Kalapas?” kata Yanuar.

Wisnu menjawab bahwa bingkai foto tersebut berada di rumah Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib).

Namun, persoalan justru semakin melebar ketika Yanuar meminta penjelasan mengenai asal foto tersebut.

Wisnu kemudian menyebut foto itu ditemukan petugas saat melakukan razia blok hunian pada 22 September.

“Figura tersebut setelah kami tanya ke Kasi Kamtib, bahwa pada hari Selasa tanggal 22, tim Kamtib melakukan razia ke blok hunian,” ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, petugas menemukan sejumlah barang terlarang dalam razia tersebut.

Jawaban itu langsung dipotong Yanuar yang meminta Wisnu tidak memberikan penjelasan berbelit.

“Jangan tutupi kebohongan dengan kebohongan, nih rakyat lihat,” tegas Yanuar.

Wisnu kembali menjawab singkat dengan kata “siap”.

Yanuar kemudian mempertanyakan bagaimana foto Jimmy bisa berada di kawasan klaster tersebut.

Pasalnya, kawasan itu sebelumnya disorot Ombudsman RI karena memiliki sejumlah fasilitas tak biasa.

Bukan hanya foto, Ombudsman juga menemukan sofa, AC, kulkas, dan berbagai fasilitas lainnya.

Persoalan semakin mencuat setelah sejumlah barang tersebut mendadak tidak terlihat saat Menteri Imipas Agus Andrianto melakukan peninjauan.

BACA JUGA:  Proyek Kantor Pemkot Bogor Dimulai, Dedie Rachim Simbolkan dengan Penanaman Pohon

Yanuar pun meminta Wisnu menjelaskan siapa yang memerintahkan pemindahan barang-barang tersebut.

Wisnu mengakui dirinya yang memerintahkan pemindahan dengan alasan barang tersebut bukan BMN.

“Yang memerintahkan adalah saya, Bapak,” ungkap Wisnu.

Yanuar juga mempertanyakan keberadaan CCTV di kawasan klaster tersebut.

Wisnu mengakui tidak ada CCTV di area klaster hunian yang disorot tersebut.

Padahal, menurut Wisnu, CCTV sebenarnya penting untuk mengawasi aktivitas di kawasan tersebut.

“Menurut Anda penting enggak ada CCTV di situ untuk pengamanan?” tanya Yanuar.

“Penting, Bapak,” jawab Wisnu.

Yanuar kemudian mempertanyakan alasan CCTV tidak pernah diajukan selama Wisnu menjabat tiga tahun.

Menurut Yanuar, keberadaan CCTV bisa membantu mengungkap siapa yang keluar-masuk kawasan tersebut.

“Padahal kalau itu ada, selesai kok. Kita tahu siapa yang keluar masuk di situ,” ujar Yanuar.

Rangkaian pertanyaan tersebut membuat keberadaan foto Jimmy Masrin ikut menjadi sorotan dalam polemik klaster hunian Lapas Cibinong.