INDORAYATODAY.COM- Korban meninggal akibat gempa dahsyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.

BNPB mencatat sedikitnya 47 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Data sementara itu dihimpun BNPB hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan korban tersebar di enam kabupaten.

“Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Manggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang,” kata Berton, dalam keterangannya.

Petugas masih melakukan evakuasi serta memberikan perawatan medis kepada warga yang mengalami luka-luka.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan parah terhadap ratusan bangunan di sejumlah wilayah terdampak.

BNPB mencatat 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 lainnya rusak ringan.

Kerusakan juga menerjang berbagai fasilitas publik yang digunakan masyarakat.

“Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain,” ujar Berton.

Guncangan gempa turut dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Getaran juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima dilaporkan masih kondusif.

Sementara itu, BPBD Kepulauan Selayar mendirikan pos pengungsian di tiga lokasi.

Pos tersebut tersebar di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

BNPB juga mempercepat distribusi bantuan pangan dan kebutuhan non-pangan bagi warga terdampak.

Bantuan tersebut dikerahkan melalui gudang logistik BNPB di Kabupaten Flores Timur, NTT.

“Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma,” kata Berton.

Total bantuan dari Jakarta mencapai 50 ribu paket dengan berat keseluruhan sekitar 275 ton.

BACA JUGA:  Depok Ikut Terasa Getarannya, BMKG Catat Gempa 4,9 Guncang Bekasi

Hingga laporan tersebut disampaikan, sebanyak 10.500 paket bantuan telah tiba di Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma.

Bantuan tersebut berasal dari Bantuan Presiden dan selanjutnya akan disalurkan ke wilayah terdampak.