INDORAYATODAY.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kesiapan operasional LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai menjelang rencana peresmian penuh oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Pramono usai meninjau Stasiun LRT Manggarai bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Protokol Istana pada Senin (24/8/2026). Peninjauan ini menjadi bagian dari inspeksi akhir untuk memastikan kelaikan jalur dan fasilitas pendukung.
“Secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, yang pertama yang berkaitan dengan rel dan jalur layang sudah selesai 100 persen. Sekarang tahapan terakhir adalah pengujian oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan,” ujar Pramono di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan.
Secara akumulatif, total progres fisik proyek LRT Jakarta fase ini telah menyentuh angka 98,20%. Jika resmi diluncurkan, LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai bakal beroperasi penuh mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.
Guna menyambut pengoperasian rute baru ini, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan skema tarif promosi flat sebesar Rp 5.000 hingga Oktober 2026. Kebijakan ini diterapkan selama masa transisi sembari menunggu perumusan tarif definitif bersama DPRD DKI Jakarta.
Konektivitas anyar ini memperpanjang lintasan LRT Jakarta menjadi 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun. Waktu tempuh perjalanan dari kawasan Kelapa Gading menuju Stasiun Manggarai diperkirakan hanya memakan waktu 28 menit.
“Kalau sudah tersambung dari Kelapa Gading sampai Manggarai, kami proyeksikan tahap awal bisa mengangkut 60.000 hingga 80.000 penumpang per hari. Ini akan menjadi backbone utama jaringan transportasi Jakarta,” jelas Pramono.
Proyek bernilai investasi Rp 12,1 triliun ini juga dirancang inklusif. Pemprov DKI telah menguji coba fasilitas peron dan gerbong bersama 15 kelompok masyarakat guna memastikan keramahan akses bagi penyandang disabilitas.
Stasiun LRT Manggarai difungsikan sebagai simpul integrasi antarmoda raksasa yang terhubung langsung dengan armada Bus Transjakarta, KRL Commuter Line, hingga Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta. Langkah integrasi ini diharapkan mampu mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi menuju moda transportasi massal.

Tinggalkan Balasan