INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama pohon dan hutan, diajarkan sejak dini melalui pendidikan di sekolah.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), belum lama ini.
Menurut Prabowo, pendidikan lingkungan perlu diberikan kepada anak-anak dan generasi muda agar mereka memahami pentingnya menjaga hutan. Ia juga menekankan agar masyarakat tidak sembarangan membakar atau menebang pohon.
“Dengan pendidikan mulai dari anak-anak muda, anak-anak sekolah, bahwa tidak lagi boleh bakar atau tebang pohon seenaknya,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan keberadaan pohon berkaitan erat dengan ketersediaan air dan keberlangsungan kehidupan. Karena itu, pemahaman mengenai fungsi hutan perlu ditanamkan sejak bangku sekolah.
“Pohon adalah sumber kehidupan. No tree, no forest. No forest, no water. No water, no life. Ingat ya,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Prabowo juga menyoroti kondisi lingkungan di NTT. Ia mengatakan berkurangnya jumlah pohon menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Prabowo menyebut masyarakat di wilayah tersebut masih melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari persoalan lingkungan yang perlu ditangani.
“Masalah di sini adalah masalah bahwa pohon-pohon banyak berkurang, ya. Kalau tidak salah dari dulu ya, rakyat di sini juga banyak bakar hutan ya? Benar kan? Benar saya hafal, saya tahu,” paparnya.
Prabowo mengatakan pengalamannya berada di sejumlah daerah di NTT sejak muda membuatnya mengetahui kondisi wilayah tersebut.
Karena itu, Prabowo meminta masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai cara membuka lahan tanpa membakar hutan. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk mengubah kebiasaan tersebut.
“Jadi rakyat kita harus dikasih pendidikan, buka lahan tidak boleh dengan bakar-bakar. Tapi oke, itu memang masalah,” ujarnya.
Prabowo juga membandingkan kondisi lingkungan NTT saat ini dengan kondisi wilayah tersebut pada masa lalu. Ia menyebut kawasan tersebut dahulu memiliki tutupan hutan yang lebat.
“Di sini dulu daerahnya ini lebat kalau kita pikir 100 tahun yang lalu, 200 tahun yang lalu, ya,” kata Prabowo.
Ia kemudian menyinggung sejarah kedatangan Portugis dan Spanyol ke wilayah tersebut yang disebut mencari kayu untuk kebutuhan angkatan laut mereka. ***

Tinggalkan Balasan