INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (1/9/2026), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga bergerak positif.
Rupiah menguat 7 poin atau 0,04 persen ke level Rp17.715 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.722 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pada awal September. Salah satunya data inflasi Agustus 2026 yang menjadi perhatian investor.
Sementara itu, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 12,64 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.538,12.
Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Indeks tersebut naik 0,92 poin atau 0,14 persen ke level 644,75.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan Senin (31/8/2026) ditutup menguat 7,36 poin atau 0,11 persen ke level 6.525,48. Sepanjang Agustus 2026, IHSG tercatat menguat 4,64 persen secara bulanan.
Pergerakan pasar pada perdagangan Selasa turut dipengaruhi sikap investor yang mencermati perkembangan data ekonomi Indonesia. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang 6.450-6.570.
Dengan demikian, penguatan rupiah dan IHSG pada awal perdagangan menunjukkan sentimen pasar yang relatif positif, meski investor masih menunggu sejumlah indikator ekonomi untuk menentukan arah perdagangan selanjutnya. ***

Tinggalkan Balasan