DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok mengimbau umat Islam menggelar Salat Istisqa.

Salat tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

Imbauan itu disampaikan MUI Kota Depok melalui surat tertanggal 8 September 2026.

Surat tersebut bernomor A-293/DP-K/IX/2026 dan B-294/DP-K/IX/2026.

Imbauan ditujukan kepada Ketua MUI di 11 kecamatan di Kota Depok.

Selanjutnya, ajakan tersebut diharapkan diteruskan kepada pengurus masjid dan masyarakat.

Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kota Depok sekaligus Dewan Pakar DMI Kota Depok, Andre AS, mengatakan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar umat Islam.

“Salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar kita sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan,” ujar Andre, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, pelaksanaan Salat Istisqa juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan.

Umat Islam diajak memperbanyak istighfar dan bertobat.

Masyarakat juga diminta memperbanyak sedekah serta amal saleh.

Selain itu, umat dianjurkan berdamai dengan sesama dan meninggalkan berbagai bentuk kezaliman.

MUI Kota Depok turut berkoordinasi dengan Wali Kota Depok Supian Suri.

Koordinasi dilakukan untuk mendorong para camat menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing.

Untuk tingkat Kota Depok, Salat Istisqa direncanakan dipusatkan di halaman depan Gedung Balai Kota Depok.

Namun, waktu pelaksanaannya masih menunggu informasi dari Pemkot Depok.

“Untuk pelaksanaan Salat Istisqa tingkat Kota Depok, kegiatan dipusatkan di halaman depan Gedung Balai Kota Depok,” kata Andre.

MUI menilai kondisi cuaca panas dan musim kemarau menjadi perhatian masyarakat.

Kondisi tersebut juga disebut bersamaan dengan adanya sebaran abu vulkanik di wilayah Depok dan sekitarnya.

MUI kemudian memberikan panduan pelaksanaan Salat Istisqa kepada masyarakat dan takmir masjid.

BACA JUGA:  Ratusan Anggota Ormas Hadir di Polres: Kapolres Depok Serukan Pesan Persatuan

Persiapan dilakukan selama tiga hari sebelum pelaksanaan salat.

Umat dianjurkan berpuasa serta memperbanyak sedekah, bertobat, dan melakukan amal kebaikan.

Pada hari pelaksanaan, jamaah diarahkan menuju tanah lapang.

Jamaah dianjurkan mengenakan pakaian sederhana tanpa wewangian dan tidak berhias.

Sebelum salat, umat juga dianjurkan memperbanyak istighfar.

Salat Istisqa dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah.

Setelah salat, kegiatan dilanjutkan dengan dua khutbah.

Khutbah pertama diawali istighfar sebanyak sembilan kali.

Sementara khutbah kedua diawali istighfar sebanyak tujuh kali.

Khatib kemudian memanjatkan doa memohon hujan kepada Allah SWT dengan menghadap kiblat.

MUI berharap pelaksanaan Salat Istisqa menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan.

“Semoga ikhtiar tersebut menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat kepedulian sosial,” pungkas Andre.