INDORAYATODAY.COM — Rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak saat bertolak untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sebelum menghilang, nelayan setempat sempat memperingatkan kapten speedboat rombongan tersebut untuk tidak meneruskan perjalanan balik ke Carita akibat ombak besar.
Kabar mengenai kesaksian nelayan itu diunggah oleh akun media sosial @yodistara yang ikut serta dalam upaya pencarian rombongan wartawan tersebut.
“Menurut keterangan para nelayan yang sempat melihat kapal rombongan jurnalis pada pukul 17.30 WIB, kapal nelayan itu datang saat mencari ikan dan rombongan jurnalis sedang menuju arah pulang di sekitar Labuhan Cabe, Krakatau,” ujar seorang saksi nelayan dalam video yang diunggah, Kamis (10/9/2026).
Saksi menuturkan bahwa para nelayan telah berupaya melarang kapten kapal menerjang lautan menuju Carita karena kondisi ombak di perairan terbilang berbahaya.
“Kami sempat melarang kapten kapal yang hilang kontak untuk kembali ke Carita karena adanya ombak besar. Kapten kapalnya itu keponakan dari salah satu nelayan,” jelasnya.
Secara terpisah, Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto menjelaskan kronologi awal rombongan wartawan tersebut dinyatakan hilang kontak.
“Pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB, jurnalis Banten bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Eko Hartanto dalam keterangan resminya.
Sebelum komunikasi terputus total, salah satu jurnalis di dalam kapal sempat membagikan titik lokasi terkini kepada rekannya sesama wartawan.
“Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis asal Lampung atas nama Abay terjadi pada pukul 14.42 WIB, Senin (7/9/2026) dengan mengirimkan share location terakhir. Kemudian pada pukul 15.04 WIB terjadi hilang kontak,” lanjutnya.
Lokasi terakhir kapal rombongan terdeteksi pada titik koordinat duga 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T, heading 288.34°, dengan jarak RIB 02 BTN – LKP sekitar 9,98 NM.
Pihak kepolisian baru menerima laporan resmi mengenai insiden hilang kontak tersebut dari jurnalis Antara Banten, Bayu, pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB.
Untuk mengoptimalkan proses pencarian, tim SAR gabungan menerjunkan 23 personel yang terdiri dari dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten, 16 personel Basarnas Banten, serta didukung armada kapal KN Tetuka milik Basarnas.
Adapun jurnalis yang dilaporkan berada di dalam speedboat tersebut di antaranya M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (freelance), beserta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Tinggalkan Balasan