INDORAYATODAY.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan kawasan lahan pertanian hingga 2 juta hektare guna memperkuat industri bioetanol nasional. Langkah strategis ini diambil sebagai fondasi dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia.

Pengembangan bioetanol tersebut difokuskan pada tiga komoditas utama, yaitu tebu, singkong (ubi kayu), dan jagung. Rencana ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol yang dihadiri 44 bupati daerah sentra produksi di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Amran menjelaskan bahwa kepastian ketersediaan bahan baku skala besar menjadi kunci utama sebelum pembangunan pabrik industri pengolahan dimulai secara masif di seluruh Indonesia.

“Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insya Allah kita akan bangun pabriknya, kita gerakkan masif seluruh Indonesia,” ujar Amran seusai rapat koordinasi.

Guna menarik minat investor, pemerintah akan menyiapkan konsolidasi kawasan. Struktur pembiayaan industri diperkirakan mengombinasikan sektor BUMN sebesar 30 persen dan swasta 70 persen. Selain itu, pemerintah mewajibkan porsi kemitraan masyarakat minimal 30 persen agar dampaknya langsung dirasakan warga lokal.

Pada tahap awal, Kementan bakal menyalurkan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta mengalokasikan percontohan lahan jagung seluas 500 hingga 1.000 hektare per kabupaten. Sementara untuk komoditas tebu, Kementan menargetkan pemenuhan lahan hingga 1 juta hektare bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian BUMN.

 

BACA JUGA:  Prabowo Minta Jakarta Jadi Kota Hijau, Bakal Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI