INDORAYATODAY.COM – Menteri Luar Negeri Sugiono bersiap menyampaikan pernyataan nasional (national statement) Indonesia pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026).
Indonesia akan menyoroti pentingnya membangun ketahanan global hingga penyelesaian konflik Palestina.
“Pernyataan nasional Indonesia akan membawa pesan utama tentang krusialnya membangun ketahanan global yang ditopang oleh ketahanan nasional dan kawasan yang solid,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan video resmi dari New York, Rabu (23/9/2026).
Sugiono menegaskan, di tengah escalasi ketidakpastian dunia, penguatan ketahanan bersama merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan global di pelbagai sektor.
Selain isu ketahanan, Indonesia juga membawa pandangan strategis terkait pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional, penghentian konflik di Palestina, reformasi tata kelola PBB, serta konsolidasi peran negara-negara Selatan Global (Global South).
Di sela-sela agenda utama PBB, Menlu Sugiono turut menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Group of 8 Arab and Islamic Countries bersama Yordania, Qatar, Turki, Mesir, Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Para menteri luar negeri berfokus mendorong proses diplomasi yang menghasilkan dampak konkret di lapangan, termasuk mendesak terwujudnya pemulihan kawasan.
“Kami terus mendorong terwujudnya gencatan senjata permanen, menjamin kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan, serta mempercepat langkah rekonstruksi di Gaza,” tegas Sugiono.
Masih dalam konteks Palestina, Sugiono menghadiri forum The Road Ahead: One Year After the New York Declaration untuk merumuskan aksi nyata dalam mengimplementasikan Solusi Dua Negara (Two-State Solution).
Sebagai kekuatan menengah (middle power), Indonesia juga aktif dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia) yang dipimpin oleh Australia. Sugiono menekankan pentingnya MIKTA menjadi jembatan penyeimbang di tengah rivalitas kekuatan besar dunia.
Selain itu, Indonesia menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN–Pacific Alliance bersama Meksiko, Kolombia, Peru, dan Chile guna memperkuat kolaborasi lintas kawasan di sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi digital, hingga pengembangan smart city.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB kali ini dipimpin oleh Menlu Bangladesh Khalilur Rahman sebagai Presiden Majelis Umum dengan mengusung tema pemulihan kepercayaan global dan transformasi PBB.

Tinggalkan Balasan