INDORAYATODAY.COM – Susunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 resmi ditetapkan dengan jajaran pimpinan baru yang diisi oleh jajaran ulama serta pejabat pemerintah.

Dalam struktur anyar tersebut, dua menteri dan satu wakil menteri dari Kabinet Presiden Prabowo Subianto turut dipercaya mengemban amanah di jajaran jajaran syuriyah dan tanfidziyah.

Ketiga pejabat negara tersebut adalah Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro.

Dalam jajaran Tanfidziyah, Gus Ipul dan Juri Ardiantoro menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Umum. Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dipercaya memperkuat jajaran Syuriyah dengan menduduki jabatan sebagai Rais PBNU.

Secara keseluruhan, jajaran tertinggi PBNU periode 2026-2031 dipimpin oleh KH Miftachul Akhyar yang kembali mengemban amanah sebagai Rais Aam.

Posisi Rais Aam didampingi oleh lima Wakil Rais Aam, yakni KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj, dan KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha). Adapun posisi Katib Aam dipercayakan kepada Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh.

Sementara pada jajaran Tanfidziyah, posisi Ketua Umum PBNU kini dijabat oleh KH Kikin A Hakim. Untuk menjalankan roda organisasi harian, Ketua Umum didampingi oleh tujuh Wakil Ketua Umum, yakni Saifullah Yusuf, KH Muhammad Faiz Syukron, Prof Ganefri, Muhammad Lukman Edy, KH Abdul Ghoffar Rozin, Juri Ardiantoro, serta Irfan Asy’ari Sudirman Wahid (Gus Ipang Wahid).

Adapun posisi Sekretaris Jenderal PBNU diamanahkan kepada Gudfan Arif, sedangkan posisi Bendahara Umum dipercayakan kepada pakar akademisi Prof Dr H Ainun Na’im.

BACA JUGA:  Pasca Kebakaran Maut Hong Kong, Ketua MPR Ahmad Muzani Serukan Mitigasi Darurat Bagi PMI