INDORAYATODAY.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang balap dunia MotoGP Mandalika memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Nilai dampak ekonominya diperkirakan mencapai hampir Rp 5 triliun.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan nilai ekonomi dari gelaran balap motor internasional tahunan tersebut.
“MotoGP ini bukan kaleng-kaleng, itu riil. Economic impact-nya mencapai hampir Rp 5 triliun,” ujar Erick Thohir saat menghadiri peluncuran buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Erick menyampaikan, potensi ekonomi dari MotoGP Mandalika masih sangat terbuka untuk ditingkatkan. Salah satu caranya adalah dengan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan pada edisi berikutnya.
“Kami terus tingkatkan, dan target pengunjung tahun ini diharapkan bisa mencapai 145.000 orang,” ungkapnya.
Untuk memaksimalkan potensi yang ada, Menpora terus berkoordinasi lintas kementerian guna mengembangkan ekosistem wisata olahraga (sport tourism). Langkah ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita gali seluruh potensi yang ada untuk bangsa ini. Salah satunya melalui koordinasi, implementasi, serta penyelenggaraan kegiatan sport tourism yang memberikan dampak nyata (impactful),” kata Erick.
Ia menambahkan, potensi bisnis sport tourism di tingkat global sangat fantastis, yakni mencapai Rp 9.500 triliun, sementara nilai industri olahraga secara umum berada di angka Rp 8.000 triliun.
Namun, kontribusi yang berhasil diserap Indonesia saat ini baru sekitar Rp 39 triliun atau setara 0,5% dari total nilai pasar global. Menurut Erick, peluang besar ini harus dimanfaatkan secara optimal melalui pengelolaan ajang olahraga berskala internasional secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan