INDORAYATODAY.COM – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan sejumlah catatan serta arahan strategis kepada Kapolri baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Kompolnas meminta Jenderal Suyudi melanjutkan program-program unggulan dari pimpinan sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sekaligus memperkuat pengawasan internal dan eksternal di tubuh Polri.
Komisioner Kompolnas, Chairul Anam, mengapresiasi capaian Jenderal Listyo Sigit dalam mendekatkan pelayanan publik melalui digitalisasi serta perhatian khusus terhadap perlindungan perempuan, anak, dan kelompok disabilitas.
“Apa yang sudah dibangun oleh Pak Listyo Sigit, seperti digitalisasi layanan dan penempatan isu perempuan, anak, serta disabilitas sebagai perhatian utama, harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” ujar Anam di Kantor Kompolnas, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Anam menekankan bahwa penguatan pengawasan menjadi kunci utama dalam menjaga akuntabilitas institusi Polri. Pengawasan tersebut meliputi penguatan fungsi Divisi Propam di tingkat internal serta optimalisasi peran Kompolnas di tingkat eksternal sesuai peta jalan reformasi kepolisian.
Selain pengawasan, Kompolnas juga menyoroti penanganan berbagai kasus besar yang menjadi perhatian publik agar diselesaikan secara transparan dan akuntabel.
“Proses hukum harus tetap berjalan transparan. Jika ada penyelewengan atau kesalahan oleh oknum, wajib diproses secara tegas, baik secara etik maupun pidana. Layanan pengaduan masyarakat ke Propam juga harus makin mudah diakses secara daring,” tegas Anam.
Sektor pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri juga tak luput dari catatan Kompolnas. Anam mendorong Jenderal Suyudi untuk menerapkan sistem berbasis merit (merit system) yang objektif, terukur, dan transparan dalam proses mutasi maupun promosi jabatan.
“Manajemen SDM harus sehat dan dapat dilacak. Setiap anggota Polri di manapun yang berprestasi dan menjalankan tugas dengan baik sangat layak mendapatkan penghargaan secara objektif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan