INDORAYATODAY.COM – Militer Iran menerbitkan dokumen pedoman pertahanan pasif nasional yang memuat skenario antisipasi menghadapi tiga kemungkinan situasi konflik: berakhirnya perang, gencatan senjata, hingga perang skala penuh (total war).

Pedoman yang diterbitkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi tersebut menjadi pijakan pelaksanaan program Peringatan Pertahanan Pasif Iran 2026 di tengah memanasnya konflik bersenjata melawan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam skenario perang total, Pemerintah Iran menginstruksikan penghentian seluruh kegiatan publik berskala besar dan acara tatap muka. Seluruh fokus diarahkan pada kesiapan operasional, pengelolaan sumber daya, serta koordinasi bantuan darurat.

Apabila terjadi gencatan senjata tanpa perjanjian damai resmi, prioritas dialihkan pada penguatan keamanan informasi dan kewaspadaan perang hibrida. Sementara jika perang dinyatakan usai, aktivitas sosialisasi serta pelatihan pertahanan pasif akan dilanjutkan sesuai rencana normal.

“Dokumen ini juga memerintahkan pembaruan rencana operasional berdasarkan evaluasi dari pengalaman konflik yang dihadapi Iran sebelumnya,” rilis kantor berita Fars, Selasa (15/9/2026).

Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah ini terus meluas pascaserangan besar-besaran AS dan Israel ke fasilitas militer serta infrastruktur rudal Iran sejak Februari lalu, yang dibalas Teheran melalui rentetan serangan rudal dan drone.

 

BACA JUGA:  Pascapenangkapan Maduro oleh AS, Pemerintah Venezuela Bentuk Komisi Pembebasan