DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Buntut video viral yang dinarasikan memperlihatkan aktivitas penyalahgunaan sabu di dalam Rutan Kelas I Depok, dua petugas kini terancam sanksi.
Keduanya tengah menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan dalam masuknya barang terlarang ke lingkungan rutan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Rutan Kelas I Depok, Bogi Nurseto, mengatakan proses pemeriksaan masih berjalan di kepolisian. Hasilnya kini masih ditunggu pihak rutan.
“Ini kan sedang dalam pendalaman oleh Polres. Kami juga sampai detik ini masih menunggu hasilnya,” kata Bogi kepada Indoraya Today, Selasa (6/10/2026).
Bogi menegaskan Rutan Depok menghormati proses hukum yang sedang dilakukan kepolisian sesuai tugas dan kewenangannya.
“Dimungkinkan sesuai dengan peraturan ASN, mereka akan diberikan sanksi,” tegasnya.
Dua petugas tersebut sebelumnya diungkap Rutan Depok dalam pemeriksaan awal kasus video viral tersebut. Satu bertugas di jajaran Satuan Pengamanan, sedangkan satu lainnya merupakan staf Bimbingan Kerja.
Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno menyebut pihaknya langsung melakukan investigasi setelah video tersebut beredar. Hasil pemeriksaan memastikan lokasi dalam video memang berada di Rutan Depok.
“Setelah kami investigasi, apa yang beredar di video tersebut memang berada di Rutan Depok,” ujar Ario.
Rutan Depok kemudian mengambil langkah tegas dengan melaporkan dugaan keterlibatan petugas kepada kepolisian. Laporan juga diteruskan kepada Kanwil dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk ditindaklanjuti.
“Kami sudah melakukan langkah pelaporan ke pihak kepolisian terkait dugaan adanya petugas membantu memfasilitasi pelanggaran,” jelas Ario.
Rutan Depok memastikan tidak akan melindungi petugas apabila nantinya terbukti melakukan pelanggaran. Pemeriksaan lanjutan juga melibatkan unsur Kanwil, Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas, dan Rutan Depok sebagai bagian dari penguatan pengawasan.
“Siapapun yang terbukti terlibat melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tegas Ario.

Tinggalkan Balasan