INDORAYATODAY.COM, DEPOK — Sebanyak 100 keluarga di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, menerima bantuan beras masing-masing 10 kilogram dari Pemerintah Kota Depok. Bantuan tersebut menyasar keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau kelompok desil 1.

Lurah Jatijajar Raden Herdandy Suherman mengatakan banyak penerima bantuan merupakan warga lanjut usia (lansia) yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Menurutnya, sejumlah lansia bahkan mengaku tidak menyangka kembali mendapatkan bantuan beras dari pemerintah.

Herdandy menceritakan pengalamannya berbincang dengan salah seorang penerima saat penyaluran bantuan di Aula Kantor Kelurahan Jatijajar, Selasa (13/10/2026).

“Aduh beras alhamdulillah Pak, saya kira saya nggak pernah dapat, tahu-tahu ternyata ini pun dapat lagi dari pemerintah,” kata Herdandy, Rabu (14/10/2026), menirukan ucapan seorang lansia penerima bantuan.

Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang kondisi ekonominya terbatas, terutama mereka yang sudah berusia lanjut.

Herdandy menjelaskan daftar 100 penerima bantuan telah ditetapkan berdasarkan data dari Dinas Sosial Kota Depok.

Seluruh penerima termasuk dalam kelompok desil 1, yakni kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Karena itu, pihak kelurahan tidak dapat mengganti nama penerima secara bebas apabila ada warga yang berhalangan hadir.

“Jadi kita nggak bisa sebebas… bisa ganti orang lah seperti itu, karena hasil dari situ itu daftar penggantinya sudah disiapkan. Desilnya pun sama,” ujar Herdandy.

Ia menjelaskan daftar calon pengganti telah disiapkan dengan kriteria kesejahteraan yang sama agar penyaluran tetap sesuai sasaran.

Setiap keluarga memperoleh dua karung beras berukuran lima kilogram sehingga total bantuan yang diterima mencapai 10 kilogram.

Penyaluran beras tersebut merupakan bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang dilaksanakan Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3).

BACA JUGA:  Bukan Sekadar Rantang, Ini Makna Mendalam Nyorog di Lebaran Depok

Program ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026.

Herdandy mengatakan bantuan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Ia menjelaskan pengadaan beras dalam program ini menggunakan anggaran pemerintah daerah melalui DKP3, berbeda dengan bantuan pangan yang sebelumnya disalurkan melalui Bulog.

Menurutnya, sebagian penerima bantuan kali ini juga pernah memperoleh bantuan beras dari program pemerintah sebelumnya.

Herdandy berharap penyaluran berdasarkan data kesejahteraan tersebut dapat memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang membutuhkan, khususnya warga lansia di Jatijajar.