INDORAYATODAY.COM – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menginstruksikan camat dan lurah se-Kota Bogor untuk melibatkan Karang Taruna (Katar) dalam membantu pendataan serta penanganan anak putus sekolah di wilayah masing-masing.

Instruksi tersebut disampaikan Jenal saat menghadiri Orientasi Kepemimpinan dan Kaderisasi Karang Taruna di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor.

“Katar ini mitra strategis. Mereka adalah lembaga yang secara legitimasi diakui dan justru membantu percepatan program pemerintah, khususnya spesialisasi bidang kesejahteraan atau permasalahan sosial di tingkat masyarakat,” ujar Jenal.

Jenal memberikan tenggat waktu dua minggu bagi jajaran Karang Taruna hingga tingkat RT/RW untuk menyisir dan menjemput bola data anak putus sekolah di lapangan. Anak-anak yang terdata nantinya akan disalurkan ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tanpa dipungut biaya.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung pencapaian visi dan misi Pemkot Bogor menuju “Bogor Beres, Bogor Maju” yang berfokus pada empat pilar: lancar, sejahtera, dan cerdas.

“Upaya camat dan lurah dua minggu lalu sudah maksimal dan angkanya cuma terangkat di 900 anak yang bisa Pemkot sekolahkan. Nah, maka dengan peran Katar ini sampai ke tingkat basis RT/RW, saya berikan tugas tantangan dua minggu turun ke lapangan mendata anak-anak putus sekolah, kita salurkan langsung ke PKBM gratis,” tegas politisi yang akrab disapa JM tersebut.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Bogor Asep Nadzarulloh menyambut positif tantangan tersebut. Ia menegaskan kesiapan kadernya untuk menjadi motor penggerak pemuda serta memperkuat kolaborasi dengan Pemkot Bogor dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.

BACA JUGA:  Bupati Bogor Sebut Revitalisasi Stadion Pakansari Dikebut Jelang Piala AFF 2026