INDORAYATODAY.COM— Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membidik para petarung potensial yang tampil dalam ajang olahraga tarung (combat sports) B2 Unleashed untuk direkrut menjadi atlet resmi Kota Bogor.

Para fighter terpilih diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Kota Bogor dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat hingga kejuaraan tingkat nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Jenal saat membuka perhelatan B2 Unleashed di Nako Arena Sports Hub (Kopi Nako Kuntum), Kota Bogor, Sabtu (31/10/2026). Ajang ini diikuti sekitar 250 petarung dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara.

Jenal menilai B2 Unleashed menjadi wadah ideal untuk menyeleksi secara langsung kemampuan dan potensi atlet olahraga tarung, terlebih Kota Bogor tengah mematangkan persiapan menuju Porprov Jabar yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Hari ini Kota Bogor sedang bersiap mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Insyaallah, para fighter terbaik akan saya rekrut menjadi atlet yang akan kita sertakan di tingkat Jawa Barat, bahkan tingkat nasional. Dua minggu ke depan kita akan mengikuti ajang bergengsi tersebut,” ujar Jenal.

Jenal mengaku takjub dengan skala penyelenggaraan B2 Unleashed yang dinilainya melampaui ekspektasi awal. Gagasan yang semula dibahas secara informal mampu diwujudkan menjadi kejuaraan berskala nasional dan internasional.

“Diskusi dua minggu lalu awalnya hanya santai, tetapi realisasi acaranya luar biasa di luar ekspektasi saya. Ini pertama kalinya di Kota Bogor, bahkan di Jawa Barat, ada fasilitas olahraga berkualitas tanpa sistem membership bulanan, melainkan cukup menggunakan sistem koin,” papar Jenal.

Kehadiran fasilitas olahraga yang terjangkau dan inovatif dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran berolahraga masyarakat Kota Bogor. Jenal mengungkapkan, berdasarkan data setempat, masih terdapat 46% warga Kota Bogor yang tergolong kurang beraktivitas fisik.

BACA JUGA:  Jelang Porprov Jabar, Pemkot Depok Pastikan Atlet Dapat Dukungan Maksimal

“Ini bukan membuka aib, melainkan fakta bahwa 46% warga Bogor masih kurang bergerak. Karena itu, ajang dan fasilitas seperti ini menjadi wadah yang sangat positif bagi seluruh lapisan masyarakat—mulai dari kader Posyandu, pemuda, hingga pelajar—dengan tarif yang sangat terjangkau,” tegasnya.