INDORAYATODAY.COM – Aksi penganiayaan berat hingga merenggut nyawa balita berusia 20 bulan gemparkan warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Balita malang tersebut tewas setelah dianiaya oleh ibu kandung dan ayah tirinya di dalam sebuah toilet umum, sebelum jasadnya dibawa berjalan kaki dan dikubur di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.

Peristiwa tragis ini terungkap setelah warga dan pengelola toilet umum merasa curiga terhadap suara tangisan korban dari dalam kamar mandi. Tersangka berinisial AR (22) tega menganiaya korban sebanyak dua kali pada Sabtu (31/10/2026) malam, yakni sekitar pukul 19.00 WIB dan 23.00 WIB.

“Lokasi kejadian berada di area sekitar Stasiun dan Pasar Kebayoran Lama. Di seberangnya terdapat toilet umum, tempat tersangka AR melakukan penganiayaan sebanyak dua kali,” ujar Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam, saat memberikan keterangan, Selasa (3/11/2026).

Kecurigaan warga memuncak ketika tersangka AR kembali mendatangi lokasi kejadian. Warga bersama pengelola toilet langsung mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke Polsek Kebayoran Lama.

Dari hasil penyidikan kepolisian, terungkap bahwa kasus pembunuhan ini melibatkan dua orang tersangka, yaitu AR bersama ibu kandung korban, JM (19).

Usai korban tak bernyawa, kedua pelaku membawa jasad bayi tersebut menggunakan kantong plastik lalu berjalan kaki dari JPO Palmerah hingga JPO Semanggi menuju sebidang lahan kosong di kawasan Benhil untuk dikuburkan secara sembunyi-sembunyi.

Sementara itu, Polsek Kebayoran Lama berkoordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta dan pihak kecamatan setempat untuk mengevakuasi serta memberikan pendampingan psikologis bagi anak pertama pelaku yang selamat.

Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di sel Polsek Kebayoran Lama untuk menjalani proses hukum intensif.

 

BACA JUGA:  Ular Sanca 4 Meter Gegerkan Warga Bojongsari Depok, Damkar Berhasil Evakuasi