INDORAYATODAY.COM — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Rapat tersebut membahas perkembangan indikator makroekonomi serta memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid menjelang akhir tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai pertemuan menyampaikan bahwa sejumlah indikator kunci ekonomi nasional terus menunjukkan tren positif, terutama pada sektor manufaktur, neraca perdagangan, dan laju inflasi.
“Sektor manufaktur Indonesia terus menguat. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur berada di level ekspansi 54,0 pada bulan ini, naik dari 52,4 pada bulan sebelumnya. Ini merupakan level ekspansi tertinggi sejak Maret 2024,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dari sektor perdagangan luar negeri, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 3,36 miliar dolar AS pada September 2026. Capaian tersebut ditopang oleh surplus sektor nonmigas yang mencapai 5,67 miliar dolar AS, meski tergerus defisit sektor migas sebesar 2,31 miliar dolar AS.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga September 2026, total surplus neraca perdagangan Indonesia telah menembus angka 10,61 miliar dolar AS.
“Kinerja ekspor nasional secara kumulatif Januari hingga September 2026 tumbuh 5,58% (year-on-year) dengan total nilai mencapai 221,23 miliar dolar AS. Ekspor nonmigas menyumbang porsi terbesar yakni 212,27 miliar dolar AS,” jelas Airlangga.
Di sisi stabilitas harga, laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23% secara tahunan (yoy) dan 0,22% secara bulanan (mtm), dengan inflasi tahun kalender (year-to-date) terjaga pada level 2,4%. Angka ini masih berada dalam kisaran target pemerintah, yaitu 2,5% plus minus 1%.
Airlangga menambahkan bahwa pemicu inflasi bulan lalu didominasi kelompok harga bergejolak (volatile food) seperti cabai rawit dan ikan segar, serta sektor transportasi.
Guna menjaga daya beli masyarakat menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), pemerintah menyiapkan program diskon tarif angkutan umum.
“Berbagai program stimulus ini diprioritaskan untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat. Fundamental perekonomian Indonesia sangat terjaga dan kuat, dan kita optimistis kondisi ini dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan