INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai tantangan utama yang dihadapi pemuda Indonesia saat ini adalah menjaga nilai-nilai kesadaran nasional dan kecintaan terhadap negara.
Hal ini disampaikannya usai menghadiri Upacara Sumpah Pemuda ke-97 di Jakarta, Selasa (28/10/2025). Fadli Zon menekankan pentingnya persatuan untuk menjaga keutuhan bangsa.
“Menurut saya nilai-nilai tentang kesadaran nasional kita, kecintaan kita kepada tanah air, tanah pusaka kita, kesadaran tentang bangsa kita ini hanya bisa kokoh, bisa selalu tegar kalau kita ini bersatu,” kata Fadli di Museum Sumpah Pemuda.
Ia mengingatkan, banyak negara besar yang mengalami perpecahan dan disintegrasi, yang pada akhirnya menyebabkan konflik dan kondisi sulit bagi rakyat. Oleh karena itu, ia menyerukan agar pemuda Indonesia dapat mengilhami semangat Sumpah Pemuda yang bertujuan menyatukan bangsa.
“Yang susah itu adalah rakyatnya sendiri jadi saya kira nilai-nilai itu sangat penting, nilai semangat juang dari Sumpah Pemuda ini,” tambahnya.
Peran Bahasa dan Tantangan Kebudayaan
Fadli Zon juga menyoroti peran sentral bahasa Indonesia sebagai kekayaan warisan budaya yang mampu mempersatukan keragaman.
“Kita ini punya 718 bahasa, tapi hanya dengan bahasa Indonesia kita bisa berkomunikasi satu sama lain. Jadi bahasa ini penting menyatukan, merajut, menjahit perbedaan-perbedaan kita,” tegasnya. Ia berpesan agar nilai-nilai ini tidak dianggap remeh (take it for granted), melainkan harus diresapi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tantangan di sektor kebudayaan. Jika dulu musuhnya adalah imperialisme dan kolonialisme, kini perjuangan lebih kompleks, yakni memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, sesuai amanat konstitusi Pasal 32 ayat 1.
Namun demikian, ia optimistis tantangan ini telah menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Inilah yang sedang dilaksanakan oleh pemerintahan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, bagaimana ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Fadli.
Ia menyebut keadilan sosial ini terkait erat dengan upaya pemerintah melawan kemiskinan, kebodohan, dan stunting. “Jadi kita harus menjadi negara yang maju, negara yang rakyatnya sejahtera, adil, makmur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan