DEPOK, INDORAYA TODAY – Kota Depok kembali mencetak inovasi baru di bidang pemberdayaan masyarakat. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Posyandu, yang berlangsung di Wisma Hijau, Cimanggis, Rabu (3/12/2025) diikuti oleh puluhan kader Posyandu se-Kota Depok. Forum ini merupakan pertama di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kota Depok, Siti Barkah Hasanah Supian Suri atau akrab disapa Cing Ikah, menyampaikan bahwa musrenbang ini merupakan agenda perbaikan sistem layanan dasar masyarakat. Ia juga mendorong posyandu sebagai garda terdepan pembangunan manusia.

“Melalui forum ini, apa yang menjadi keinginan dari masing masing perangkat daerah, maupun dari puskesmas, dan lain sebagainya, khususnya kader-kader posyandu mudah-mudahan dapat terpenuhi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

“Harapan Cing Ikah, mudah-mudahan percepatan pembangunan sebagaimana visi Bapak Walikota Depok adalah bersama Depok Maju insyaallah bisa cepat terselesaikan,” lanjut Cing Ikah.

Ia menambahkan, saat ini jumlah posyandu yang tersebar di Kota Depok sebanyak 1081 dengan total kader yaitu 16.215. Cing Ikah menilai, setiap posyandu di Depok harus memiliki fasilitas penunjang layanan enam SPM, agar semakin optimal dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, Cing Ikah meminta para camat dan lurah untuk mendata Posyandu yang belum memiliki gedung sendiri di masing-masing wilayah. “Kita nanti bisa bermitra dengan CSR dan lain sebagainya. Sehingga harapan Cing Ikah mudah-mudahan seluruh posyandu 1.081 semuanya insya Allah punya gedung sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan sosialisasi dan promosi kegiatan Posyandu enam SPM melalui media sosial. Cing Ikah menyebut, para kader juga akan dibekali pelatihan media sosial, agar mampu memeriksa dan mempublikasi layanan edukasi.

Melalui forum ini, Cing Ikah berharap, semua langkah strategis yang telah disusun dapat memperkuat fungsi posyandu sebagai garda terdepan pembangunan manusia sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

BACA JUGA:  Satgas PKH Kuasai Kembali 4,09 Juta Hektare Sawit Ilegal, 900 Hektare Dikembalikan Jadi Hutan Konservasi