INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengungkapkan bahwa sejumlah aset kebudayaan dan situs sejarah di wilayah Sumatra turut terdampak bencana ekologis yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) saat ini tengah fokus melakukan pendataan dan menyiapkan langkah mitigasi lanjutan.

Fadli Zon menyampaikan bahwa dampak bencana tersebut memerlukan perhatian serius, terutama terkait upaya penyelamatan warisan bangsa.

“Kita sudah mau rapat sekarang ini. Aset-aset kebudayaan kita banyak yang terancam. Contohnya seperti di Situs Bongal (Tapanuli Tengah, Sumatra Utara) itu terendam,” ujar Fadli saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/12).

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa akses menuju situs purbakala Bongal kini terputus total.

Dampak di Tiga Provinsi

Aceh: Situs sejarah di wilayah Aceh relatif aman dari kerusakan langsung. Namun, sejumlah juru pelihara museum dan situs mengalami kerugian karena rumah mereka rusak atau bahkan hancur akibat bencana.

Sumatra Barat: Pendataan aset budaya yang terdampak sedang berlangsung. Diketahui salah satu museum penting, Museum PDRI, terdampak longsoran kecil di sekitarnya, meskipun bangunan utama museum dinyatakan aman. Kendala utama adalah terputusnya akses jalan menuju lokasi, yang menghambat upaya pemantauan dan bantuan.

Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa penanganan bencana nasional ini, berdasarkan instruksi pemerintah, diprioritaskan pada penyelamatan masyarakat terdampak.

“Fokus pemerintah adalah menyelamatkan masyarakat terlebih dahulu lewat bantuan, terutama makanan, menghidupkan akses jalan dan komunikasi. Dan juga yang paling penting nanti setelah itu adalah bagaimana proses rehabilitasi,” jelasnya.

Menanggapi arahan dari Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet, kementerian diinstruksikan agar fokus membantu dari pusat tanpa harus datang ke lokasi bencana, kecuali kementerian yang memiliki keterkaitan langsung dengan penanganan darurat. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumitan protokoler dan rebutan fasilitas seperti helikopter.

BACA JUGA:  Jabar Bangun Dua PSEL di Bandung dan Bogor, Menteri LH Sebut Respons Cepat Arahan Presiden

Oleh karena itu, Kemenbud akan mengandalkan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) yang ada di daerah terdampak untuk membantu masyarakat dan menyelamatkan situs-situs sejarah.

Sebagai bentuk bantuan konkret, Kemenbud juga tengah menyiapkan bantuan pangan berbasis lokal, seperti rendang dan makanan tahan lama lainnya, untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana.