INDORAYATODAY.COM, SWISS – Presiden Prabowo Subianto memaparkan konsep Sekolah Rakyat sebagai kebijakan pendidikan untuk anak-anak dari keluarga miskin saat berbicara di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss. Program ini dinilai unik karena mengusung model sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi masyarakat lapisan terbawah.
Prabowo menjelaskan bahwa secara umum sekolah berasrama identik dengan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga mampu. Namun, pemerintah Indonesia justru menerapkan konsep sebaliknya melalui Sekolah Rakyat.
“Saya sudah membangun 166 sekolah, sekolah berasrama untuk mereka yang sangat miskin. Jadi ini mungkin unik, karena biasanya anak-anak kelas atas yang masuk sekolah berasrama,” ujar Prabowo dalam pidatonya di WEF Davos, Kamis (22/01/2026), yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menegaskan, satu-satunya syarat utama bagi calon peserta didik Sekolah Rakyat adalah berasal dari keluarga miskin. Menurut Prabowo, kebijakan tersebut dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang selama ini terhambat faktor ekonomi.
“Mereka yang sangat miskin, saya ambil anak-anak mereka,” kata Prabowo.
Presiden menilai kebijakan ini penting untuk menjawab persoalan struktural yang kerap terjadi di negara-negara berkembang, khususnya di kawasan Global South. Ia menyebut adanya kecenderungan anak-anak dari kelompok miskin mewarisi kondisi ekonomi orang tuanya.
Prabowo menggambarkan fenomena tersebut sebagai lingkaran kemiskinan. Menurutnya, tanpa intervensi negara, anak dari keluarga petani miskin, buruh harian, pemulung, hingga pedagang kecil berpotensi besar tetap berada dalam kondisi ekonomi yang sama.
“Inilah yang kami sebut di Global South sebagai lingkaran kemiskinan. Saya bertekad untuk memutus lingkaran itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap anak, termasuk yang berasal dari keluarga termiskin, harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang melalui pendidikan. Karena itu, pembangunan Sekolah Rakyat diarahkan sebagai instrumen mobilitas sosial.
Prabowo mengungkapkan hingga saat ini pemerintah telah membangun dan meresmikan 166 Sekolah Rakyat berasrama. Jumlah tersebut, kata dia, akan terus ditingkatkan secara bertahap.
“Saya akan membangun total 500 sekolah berasrama seperti ini. Dan 500 lainnya bukan sekolah berasrama, tetapi pusat keunggulan atau centers of excellence,” ujar Prabowo.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan pemerataan kesempatan pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. ***

Tinggalkan Balasan