DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok bersiap menertibkan baliho dan spanduk yang dinilai merusak estetika kota sekaligus membahayakan keselamatan warga. Langkah tegas ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penataan ruang publik.

Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan, keberadaan baliho yang semrawut tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan masyarakat. Karena itu, penertiban akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Ini sejalan dengan apa yang diinstruksikan Pak Presiden. Beliau sangat tidak nyaman dengan banyaknya baliho-baliho. Estetikanya tidak dapat, dan ada kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat,” ujar Supian, saat ditemui di sela peringatan HUT Ke-18 Partai Gerindra di kawasan GDC, Sukmajaya, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemkot Depok akan meluncurkan Tim Manusia Unggul Depok (Maung Depok) yang bertugas melakukan inspeksi keliling di seluruh wilayah kota. Tim ini akan memetakan titik-titik baliho dan spanduk yang dinilai tidak layak serta perlu segera ditertibkan.

Supian menyebut, Tim Maung akan bergerak setiap hari menyusuri Depok untuk melihat langsung persoalan di lapangan, mulai dari baliho yang mengganggu, sampah yang berserakan, hingga kondisi lingkungan yang membutuhkan penanganan cepat.

“Yang tidak nyaman, tidak bagus, akan kita bersihkan, kita tumbangkan, atau kita potong. Upaya agar kota ini tidak dipenuhi baliho dan spanduk akan kita lakukan secara konsisten,” kata dia.

Tim Maung Depok melibatkan lintas organisasi perangkat daerah, antara lain Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta Dinas Pemadam Kebakaran. Seluruh unsur ini akan bergerak bersama memonitor kondisi kota.

Penanganan di lapangan yang bisa dilakukan langsung akan segera dieksekusi. Sementara persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas dinas akan dicatat sebagai laporan untuk segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

BACA JUGA:  Wawali Bogor Jenal Mutaqin: Rekayasa Trayek Angkot untuk Ramaikan Pasar Relokasi

Tak hanya itu, masyarakat juga diberi ruang untuk berpartisipasi. Warga dapat melaporkan langsung kepada Tim Maung Depok jika menemukan kondisi lingkungan yang tidak nyaman atau membutuhkan intervensi pemerintah.

Selain penataan estetika kota, Supian juga menyinggung upaya penanganan sampah. Ia mengakui, persoalan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Depok sudah dalam kondisi overload dan memerlukan solusi menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Pemkot Depok, kata Supian, telah menjalin nota kesepahaman dengan perusahaan pengelola sampah di hilir serta mulai mendorong pemilahan sampah di tingkat kelurahan, salah satunya di Kelurahan Duren Seribu, sebagai bagian dari solusi jangka panjang.