DEPOK, INDORAYA TODAY – Camat Tapos Jarkasih mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan selama bulan Ramadan. Ia menegaskan peran warga sangat penting dalam menciptakan wilayah yang aman dan kondusif, terutama pada malam hari.

Jarkasih mengatakan, partisipasi aktif masyarakat melalui kegiatan monitoring wilayah dan siskamling menjadi kunci utama pencegahan gangguan keamanan. Ia berharap budaya ronda malam kembali digiatkan di setiap lingkungan.

“Kita berharap para masyarakat untuk melaksanakan monitoring ke lapangan atau siskamling,” ujar Jarkasih, Kamis (26/02/2026).

Menurut dia, pihak kecamatan mencermati adanya peningkatan potensi kerawanan pada malam hari. Kondisi ini terutama terjadi pada rentang waktu di atas pukul 23.00 WIB hingga dini hari.

Ia menilai aktivitas sebagian anak-anak dan remaja pada jam rawan mulai mengarah pada kegiatan negatif yang perlu diantisipasi sejak dini. Karena itu, pengawasan lingkungan harus diperkuat.

“Karena saat ini di malam hari itu yang sudah kita dapati banyak kerawanan, terutama anak-anak dengan berbagai macam kegiatannya yang mengarah kepada perbuatan-perbuatan yang tidak baik,” ujarnya.

“Apakah itu tawuran atau tindakan kriminal, yang terjadi biasanya jam-jam malam itu di atas jam 11 hingga jam 2. Ada juga yang lomba lari lah dan macam-macam lainnya,” sambungnya.

Sebagai langkah konkret, Jarkasih meminta seluruh titik rawan di wilayah Tapos kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan dengan melibatkan unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Linmas.

“Jadi agar warga masyarakat yang ada di wilayahnya, titik-titik kerawanan itu ada siskamling di malam hari, nanti kerja sama dengan Babinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas yang ada,” tegasnya.

Tak hanya itu, Kecamatan Tapos juga menyiapkan patroli terpadu yang dikemas dalam kegiatan tarawih keliling (tarling). Kegiatan ini melibatkan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) sebagai bentuk pengawasan langsung di lapangan.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Cetak Rapor Hijau: IKL 2025 Tembus 36,73

“Ya kita sekaligus, kita punya jadwal tarling. Dari kecamatan dengan timnya ada Kapolsek, ada Danramil, kemudian ada Pak Lurah, Karang Taruna, Linmas, dan sebagainya,” ungkapnya.

Jarkasih menambahkan, setiap selesai tarling, jajaran langsung melakukan evaluasi lapangan melalui diskusi singkat guna memetakan potensi kerawanan yang harus segera ditangani.

“Nah kita di situ sekaligus, ketika kita tarling, habis tarling ada ngobrol-ngobrol, bicara masalah tadi, tingkat kerawanan yang harus segera ditangani. Artinya kita langsung saat itu juga menugaskan,” katanya.

Ia memastikan pengamanan wilayah dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur kecamatan, Satpol PP, Linmas, hingga jajaran TNI-Polri.

“Tadi dari aparatur pemerintahannya ada Pol PP, ada Linmas, juga dari Kapolsek ada timnya, kemudian Ramil juga ada anak buahnya, Babinsa, Babinkamtibmas untuk mengamankan lingkungannya,” pungkasnya.