INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Makmun menilai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia menghadapi tantangan besar. Ia meminta Presiden RI Prabowo Subianto tetap konsisten dan tidak mundur dalam menjalankan agenda tersebut.

Dalam perbincangannya dengan pengusaha Mohammad Jusuf Hamka yang diunggah di media sosial, KH Syukron menyebut praktik korupsi telah mengakar sehingga upaya penanganannya sering menghadapi hambatan.

“Setiap menyelesaikan persoalan itu selalu menabrak gunung karang,” ujar Kiai Syukron dilansir dari Instagram @jusufhamka, Senin (2//3/2026).

Ia mencontohkan sejumlah kasus yang menurutnya menunjukkan adanya perlawanan terhadap upaya penegakan hukum, termasuk ketika pemerintah menyoroti dugaan korupsi di sektor energi serta pemberantasan judi daring.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat langkah pemberantasan korupsi tidak mudah dan membutuhkan keteguhan kepemimpinan.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Prabowo memiliki niat untuk memperbaiki kondisi Indonesia. Namun, ia menilai tantangan yang dihadapi sangat besar karena sistem yang sudah lama terbentuk.

KH Syukron menegaskan pentingnya konsistensi dalam pemberantasan korupsi karena dampaknya berpengaruh terhadap masa depan bangsa. Ia meminta Presiden tetap melanjutkan upaya tersebut meskipun menghadapi tekanan.

“Tolong jangan mundur. Ini kesempatan yang sangat penting,” katanya.

Ia juga menyatakan dukungan moral dari kalangan ulama dan habaib terhadap langkah pemberantasan korupsi. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan agenda tersebut.

Ia menilai keberhasilan pemberantasan korupsi akan menjadi catatan penting dalam sejarah nasional.

KH Syukron Makmun menilai pemberantasan korupsi di Indonesia menghadapi hambatan besar, namun tetap harus dijalankan secara konsisten. Ia meminta Presiden Prabowo tidak mundur dan terus melanjutkan upaya tersebut dengan dukungan masyarakat.

BACA JUGA:  Satu Tahun Kinerja Prabowo-Gibran, Fokus Investasi Pembangunan Manusia