DEPOK, INDORAYA TODAY – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak yang kembali menjadi perhatian di Indonesia. Penyakit ini dikenal sangat mudah menular dan berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Campak merupakan infeksi virus yang menyebar melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejala umumnya ditandai dengan demam tinggi yang disertai munculnya ruam kemerahan pada kulit akibat infeksi virus Morbilivirus.

Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Mayori, mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini. Salah satunya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

“Pencegahan bisa dilakukan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menerapkan etika batuk dan bersin,” ujar Devi, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Kamis (25/3/2026).

Ia juga mengingatkan warga untuk menggunakan masker apabila mulai merasakan gejala awal campak, guna mencegah penularan ke orang lain di sekitarnya.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan status imunisasi campak sudah lengkap sesuai jadwal. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 sekolah dasar.

Bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, Devi menyarankan agar segera mengikuti imunisasi kejar di fasilitas kesehatan terdekat, termasuk posyandu.

Lebih lanjut, warga yang mengalami gejala demam disertai ruam diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Jika terindikasi suspek campak, pasien diminta melakukan isolasi mandiri guna menekan risiko penularan.

“Mudah-mudahan kita semua terhindar dari penyakit ini. Tetap waspada, jaga kebersihan, dan lakukan imunisasi rutin sebagai langkah utama pencegahan campak,” tuntasnya.

BACA JUGA:  Lepas Peserta Jamda Jabar, Wali Kota Depok Titip Harapan Besar kepada Generasi Muda