INDORAYATODAY.COM, DEPOK – PT Tirta Asasta Depok memastikan fasilitas water tank di wilayah Sukmajaya telah resmi beroperasi dan mulai menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan air, terutama menghadapi potensi kemarau panjang.
Direktur Utama M. Olik Abdul Holik menyampaikan, water tank tersebut telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan kini beroperasi penuh.
“Sudah beroperasi, kemarin baru keluar surat laik fungsinya. Jadi sekarang sudah bisa dimanfaatkan,” ujar Olik dalam keterangan yang dilansir pada Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, fasilitas tersebut memiliki kapasitas sekitar 10.000 meter kubik air. Dengan kapasitas tersebut, distribusi air bersih dari water tank Sukmajaya diperkirakan mampu menjangkau antara 20.000 hingga 30.000 pelanggan.
“Kalau dari water tank di Sukmajaya, kurang lebih bisa melayani sekitar 20 ribu sampai 30 ribu pelanggan,” katanya.
Keberadaan water tank ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat cadangan air dan menjaga kontinuitas layanan kepada masyarakat.
Selain mengoptimalkan infrastruktur, Tirta Asasta Depok juga melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi musim kemarau, termasuk pengelolaan sumber air baku dari Sungai Ciliwung.
Perusahaan menargetkan layanan air bersih tetap berjalan selama 24 jam, dengan dukungan cadangan air dari sejumlah reservoir yang telah dibangun di berbagai wilayah, seperti Jatijajar dan Cimanggis.
Di sisi lain, Tirta Asasta juga menargetkan penambahan sekitar 6.000 sambungan baru pada tahun ini, serta reaktivasi sekitar 4.000 pelanggan lama yang sebelumnya tidak aktif.
Hingga triwulan pertama 2026, realisasi program tersebut telah mencapai sekitar 20–30 persen.
Operasional water tank Sukmajaya menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem distribusi air bersih di Depok. Dengan kapasitas besar dan dukungan infrastruktur lainnya, Tirta Asasta optimistis dapat menjaga layanan tetap optimal, termasuk saat menghadapi musim kemarau.

Tinggalkan Balasan