INDORAYATODAY.COM – Teheran mengklaim telah meraih kemenangan diplomatik besar setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan. Iran menilai kesepakatan ini sebagai hasil bersejarah yang memperkuat posisi tawar mereka di tengah ketegangan dengan Washington.

Mengutip laporan Hindustan Times, Rabu (8/4), kemenangan ini diklaim setelah Amerika Serikat menerima 10 poin proposal gencatan senjata yang diajukan Iran. Kesepakatan yang dimediasi oleh Pakistan tersebut mencakup poin-poin strategis yang selama ini menjadi sengketa kedua negara.

Salah satu poin krusial dalam proposal tersebut adalah izin lintasan reguler melalui Selat Hormuz yang tetap berada di bawah koordinasi Angkatan Bersenjata Iran. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut ketentuan ini memberikan negara tersebut supremasi ekonomi dan geopolitik yang sangat strategis di kawasan.

Dewan tersebut bahkan menegaskan bahwa hasil negosiasi ini merupakan kekalahan telak bagi Amerika Serikat dalam konflik yang dinilai melanggar hukum terhadap Iran.

Sebagai bagian dari komitmen gencatan senjata, Iran menyatakan bahwa AS bersedia mencabut sanksi primer maupun sekunder, mengakui program pengayaan nuklir Iran, serta menerima pengaturan kendali jalur strategis di Selat Hormuz oleh Teheran.

Dalam pernyataan resminya, otoritas Iran menyebut proses negosiasi lanjutan akan berlangsung di Islamabad, Pakistan. Meski diplomasi berjalan, Teheran tetap menerapkan tingkat kewaspadaan tinggi. Iran mengirimkan pesan tegas bahwa militer mereka siap merespons setiap potensi pelanggaran kesepakatan.

“Jika musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, respons akan diberikan dengan kekuatan penuh,” bunyi pernyataan tegas dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Proses dua minggu ke depan akan menjadi masa krusial bagi kedua negara untuk merampungkan poin-poin perdamaian permanen, sembari tetap menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA:  Ketegangan Meningkat, Amerika Dilaporkan Siapkan Opsi Operasi Darat di Iran