INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad menilai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 harus menjadi momentum memperkuat kemandirian bangsa, khususnya di sektor pangan, energi, dan ekonomi nasional.

Menurut dia, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap impor agar lebih kuat menghadapi ketidakpastian geopolitik global.

Hasbullah mengatakan semangat perjuangan para pendiri bangsa harus diterjemahkan dalam konteks kekinian melalui penguatan nasionalisme dan kemandirian ekonomi.

Ia menyoroti kondisi global yang masih dipenuhi konflik geopolitik, termasuk perang dan kenaikan harga minyak dunia yang berdampak terhadap biaya hidup masyarakat.

“Momentum kebangkitan nasional ini harus menjadi spirit kita untuk bisa berdiri sendiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Hasbullah, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, bentuk penjajahan saat ini tidak lagi melalui senjata, melainkan melalui pengaruh ekonomi, budaya, hingga ketergantungan terhadap produk luar negeri.

Karena itu, Hasbullah mendorong pemerintah memperkuat ketahanan nasional di sektor pangan, energi, pendidikan, dan pengelolaan sumber daya alam.

Ia menilai kebutuhan pokok masyarakat seharusnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terlalu terdampak ketika terjadi gangguan global.

“Sedapat mungkin kebutuhan pokok rakyat Indonesia tidak impor supaya kalau ada gangguan perang atau logistik luar negeri, masyarakat tetap sejahtera,” katanya.

Selain menyoroti isu kemandirian nasional, Hasbullah juga mengingatkan pentingnya penguatan kualitas generasi muda melalui keterampilan dan kreativitas.

Ia mengaku prihatin masih banyak lulusan SMA dan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan beberapa tahun setelah lulus sekolah.

Menurut dia, pemerintah perlu memperluas pelatihan berbasis kompetensi melalui balai latihan kerja agar generasi muda memiliki keterampilan siap pakai.

“Anak muda sekarang kreatif, tapi yang perlu dibina adalah skill,” ujarnya.

BACA JUGA:  DPRD Jabar Buka Suara, Skema UHC Depok Kini Lebih Tepat Sasaran

Hasbullah menilai generasi muda saat ini juga memiliki peluang besar memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk membangun usaha mandiri tanpa harus bergantung menjadi karyawan.

Ia pun mengajak anak muda menjadi generasi yang produktif, optimistis, dan visioner demi masa depan bangsa.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 dinilai menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional di tengah tantangan global. Selain itu, peningkatan kualitas dan keterampilan generasi muda juga dinilai menjadi kunci menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing. (TAUFIK)