INDORAYATODAY.COM – Gangguan saluran kemih kini bukan lagi monopoli lansia. Pola hidup modern yang minim bergerak dan stres tinggi membuat pria usia produktif kini ikut rentan.
Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc., Sp.U, FICS, menegaskan pentingnya skrining dini demi menjaga fungsi reproduksi dan ekskresi. Berikut panduannya berdasarkan kelompok usia:
1. Usia 30-an: Fokus Kesuburan & Reproduksi
Analisis Sperma (Sperm Analysis): Wajib bagi yang merencanakan program kehamilan untuk mengevaluasi kualitas dan kuantitas sperma.
USG Testis: Untuk mendeteksi dini varikokel (pembengkakan vena testis) yang menjadi pemicu utama infertilitas pria di usia produktif.
2. Usia 45 Ke Atas: Fungsi Seksual & Gejala Awal Prostat
Evaluasi Disfungsi Ereksi: Impotensi sering kali menjadi alarm awal adanya penyumbatan pembuluh darah akibat jantung, hipertensi, atau diabetes.
Tes Fungsi Ginjal: Pemeriksaan darah berkala (Ureum & Kreatinin) untuk mendeteksi dini risiko gagal ginjal.
Waspada Gejala Berkemih (LUTS): Perhatikan jika pancaran urin melemah, harus mengejan, atau sering terbangun malam hari untuk pipis (nocturia).
3. Usia 50 Tahun Ke Atas: Skrining Wajib Kanker Prostat
Tes PSA (Prostate-Specific Antigen): Tes darah untuk mendeteksi risiko kanker prostat sejak dini, bahkan sebelum gejala fisik muncul.
Uroflowmetry: Pemeriksaan non-invasif untuk mengukur kecepatan pancaran urin guna mendeteksi tingkat keparahan pembesaran prostat jinak (BPH).
Pesan Dokter: Jangan menunda pemeriksaan ke dokter urologi sampai muncul rasa sakit. Skrining lebih awal jauh lebih baik untuk masa tua yang sehat.

Tinggalkan Balasan