INDORAYATODAY.COM, BOGOR – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Bogor. Sebanyak 368 kepala keluarga (KK) atau 1.203 jiwa di Kecamatan Jonggol dan Kecamatan Sukajaya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk membantu warga terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyalurkan total 15.000 liter air bersih ke dua wilayah tersebut pada Minggu (21/6/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan krisis air bersih dipicu berkurangnya pasokan air dari sumur warga akibat kemarau.

“Penurunan curah hujan dalam waktu cukup lama menyebabkan sumur warga mengalami kekeringan sehingga kebutuhan air tidak terpenuhi secara optimal,” ujar Adam.

Wilayah pertama yang menerima bantuan berada di Kampung Cigaruguy RT 02/RW 01, Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol.

Sebanyak 41 KK atau 203 jiwa dilaporkan mengalami kesulitan air bersih sejak 19 Juni 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan 5.000 liter air bersih menggunakan satu mobil tangki.

Sementara itu, wilayah terdampak terbesar berada di Kampung Parigi, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya.

Sebanyak 327 KK atau sekitar 1.000 jiwa di tiga RT mengalami kekeringan sejak 18 Juni 2026. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD mengirimkan 10.000 liter air bersih atau dua tangki dari PDAM Tirta Alam Cibungbulang.

Adam menjelaskan kondisi di Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, belum dapat dikategorikan sebagai kekeringan parah.

Menurutnya, sebagian sumur warga masih memiliki cadangan air sehingga kebutuhan sehari-hari masih dapat dipenuhi melalui bantuan antarwarga.

“Kalau di Jonggol sendiri mungkin belum bisa disebut mengalami kekeringan karena sebagian sumur warga masih terdapat air, meskipun ada beberapa sumur yang sudah mengering,” katanya.

BACA JUGA:  Lahan Sawit 500 Hektare di Bogor Bakal Disulap Jadi Sport Center Terbesar di Dunia

Meski demikian, BPBD Kabupaten Bogor terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kemarau.

Distribusi bantuan air bersih akan kembali dilakukan apabila kebutuhan warga belum terpenuhi dan kondisi kekeringan terus meluas. ***