INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Kajian mengenai LGBT yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi Universitas Indonesia (UI) mendapat tanggapan dari Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah.

Wakil Ketua PD Pemuda Muhammadiyah, Budi Lukmanul Hakim, menegaskan organisasinya mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendorong penguatan aturan hukum terkait penyimpangan seksual.

Budi mengatakan Muhammadiyah berkomitmen mendukung berbagai langkah yang dinilai bertujuan menjaga ketahanan keluarga dan moral masyarakat.

Menurut dia, apabila isu penyimpangan seksual telah didorong masuk ke ranah hukum, hal tersebut menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

“Kalau memang sudah masuk ke ranah hukum, berarti ini suatu yang mendesak dan penting harus segera dilakukan. Karena berbicara tentang keberlangsungan hidup manusia,” ujarnya.

Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya dibahas dalam ruang diskusi, tetapi juga membutuhkan langkah nyata melalui pembinaan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Budi mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam membangun karakter generasi muda.

Ia mengutip pesan dalam ajaran agama agar setiap keluarga menjaga diri dan anggota keluarganya dari berbagai bentuk penyimpangan.

“Setidaknya kita bisa sadar, keluarga kita bisa kita jaga dulu. Baru kemudian lingkungan kita,” katanya.

Menurut Budi, perkembangan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan aktivitas positif yang mampu memperkuat interaksi sosial di kalangan anak muda.

Karena itu, Pemuda Muhammadiyah mengaku tengah mendorong berbagai kegiatan kepemudaan, salah satunya melalui program bertajuk Satu Malam Tanpa Gadget yang diisi permainan tradisional dan aktivitas kebersamaan.

“Ketika kita mendorong sesuatu untuk menjadi perubahan, harus ada gerakan yang menyambung aktivitas selanjutnya,” ujarnya.

Budi menegaskan relawan dan organisasi kepemudaan perlu hadir sebagai penggerak pembinaan karakter, bukan sekadar menyampaikan pandangan.

BACA JUGA:  MUI Kritisi Pasal KUHP Soal Nikah Siri dan Poligami

Ia menyebut sikap organisasi yang diwakilinya tetap konsisten menolak penyimpangan seksual.

“Kita mendukung perbedaan, tapi kita menolak penyimpangan,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Budi juga melontarkan analogi yang menurutnya menggambarkan pandangannya mengenai pasangan.

“Kalau anjing jantan sama anjing betina, ya begitu. Ayam juga tahu mana yang bertelur, mana yang jantan,” ujarnya.

Ia berharap berbagai elemen masyarakat dapat berkolaborasi dalam kegiatan pembinaan generasi muda agar nilai-nilai moral dapat terus diperkuat di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.