DEPOK, INDORAYA TODAY – Deretan pohon Tabebuya yang bermekaran di sejumlah ruas jalan Kota Depok ternyata bukan sekadar mempercantik wajah kota.
Di balik penanamannya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memiliki pertimbangan teknis yang matang.
Pemilihan Tabebuya dilakukan setelah mempertimbangkan karakter lingkungan perkotaan.
Pohon tersebut dinilai mampu bertahan menghadapi polusi udara dan suhu jalan yang tinggi.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi (TLK) DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, mengatakan, Tabebuya dipilih melalui konsep silvikultur urban.
Konsep itu menyesuaikan jenis vegetasi dengan kondisi kota.
“Tabebuya tahan terhadap tekanan lingkungan perkotaan,” kata Sakti, Sabtu (11/7/2026).
Menurut dia, keunggulan Tabebuya tidak berhenti pada tampilannya.
Jenis pohon ini juga dinilai lebih aman bagi infrastruktur kota.
Akar Tabebuya bertipe tunggang.
Karakter tersebut membuatnya tidak mudah merusak trotoar, median jalan, maupun badan jalan.
Berbeda dengan beberapa jenis pohon lain yang memiliki akar agresif atau cabang yang lebih mudah patah.
DLHK Depok juga menilai Tabebuya memiliki manfaat ekologis yang besar.
Tajuk dan daunnya mampu membantu menyerap karbon dioksida.
Keberadaannya juga membantu menurunkan suhu udara di kawasan jalan.
Dengan begitu, iklim mikro di sekitar koridor jalan menjadi lebih sejuk.
Selain itu, Tabebuya juga memiliki fungsi estetika.
Saat musim kemarau, bunga-bunganya memberikan warna yang mempercantik ruang terbuka kota.
“Tabebuya membuat koridor jalan lebih nyaman dipandang,” ujar Sakti.
Melalui pertimbangan tersebut, DLHK Depok memastikan penanaman Tabebuya bukan sekadar mengejar keindahan.
Pohon itu dipilih karena mampu mendukung penghijauan kota sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan infrastruktur perkotaan.

Tinggalkan Balasan