DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Warga Kota Depok patut meningkatkan kewaspadaan.

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tiba-tiba melonjak tajam.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menunjukkan angka ISPA mencapai 1.619 kasus pada 8 September 2026.

Padahal, sehari sebelumnya hanya tercatat 281 kasus.

Artinya, terjadi lonjakan lebih dari lima kali lipat dalam sehari.

Angka itu kemudian turun menjadi 1.435 kasus pada 9 September 2026.

Lonjakan kasus tersebut menjadi perhatian serius Dinkes Depok.

Terlebih, kondisi ini terjadi saat masyarakat menghadapi potensi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Data kasus tersebut tercatat melalui aplikasi RI DHIS2 Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori mengatakan kenaikan gangguan pernapasan menjadi sinyal kewaspadaan.

“Peningkatan gangguan pernapasan tersebut menjadi sinyal kewaspadaan epidemiologis, terutama dalam situasi adanya potensi paparan abu vulkanik,” kata Devi, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, abu vulkanik mengandung partikel halus.

Partikel tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Bahkan, paparan dapat memperberat keluhan pada kelompok masyarakat yang rentan.

Meski demikian, Dinkes Depok tidak gegabah menyimpulkan penyebab lonjakan tersebut.

Devi menegaskan kenaikan kasus ISPA belum dapat secara langsung dikaitkan dengan paparan abu vulkanik.

Sebab, ISPA memiliki banyak faktor pemicu.

Mulai dari infeksi virus atau bakteri, kondisi cuaca, kualitas udara, hingga pola kunjungan masyarakat.

Kelengkapan pelaporan dari fasilitas pelayanan kesehatan juga dapat memengaruhi angka yang tercatat.

Dinkes Depok kini memperketat pemantauan.

Surveilans aktif dilakukan untuk membaca perkembangan kasus ISPA dari hari ke hari.

“Kami akan memantau tren kasus ISPA harian di masing-masing Puskesmas dan wilayah,” ujar Devi.

Data tersebut nantinya dibandingkan dengan baseline atau kondisi pada periode sebelumnya.

Langkah itu dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat peningkatan kasus yang tidak biasa.

BACA JUGA:  Cuma Selisih Dua Poin, Persikad Depok Bidik Posisi Sumsel United di Klasemen!

Dinkes juga melakukan pemantauan kualitas udara dalam ruang melalui sanitarian puskesmas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya gangguan saluran pernapasan di tengah kondisi saat ini.