INDORAYATODAY.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid absen dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Absennya Nusron terjadi menyusul tindakan operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN dan Kantor Pertanahan (Kantah) pada Senin (14/9/2026) malam.

Kehadiran Kementerian ATR/BPN dalam rapat yang membahas agenda pengelolaan aset pemerintah daerah tersebut diwakili oleh Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan.

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda sempat menyinggung ketidakhadiran Nusron saat membuka rapat kerja yang juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

“Saudara Wamen ATR/BPN beserta seluruh jajaran yang hari ini biasanya hadir berdua dengan menterinya,” ujar Rifqinizamy di Gedung DPR, Selasa (15/9/2026).

Meski menyinggung hal tersebut, pimpinan rapat tidak bertanya lebih jauh terkait alasan detail ketidakhadiran Nusron Wahid dan memilih melanjutkan agenda pembahasan utama rapat kerja.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi menggelar OTT ke-20 tahun ini yang menjaring 17 orang, termasuk pejabat teras Kementerian ATR/BPN seperti Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Lampri serta Kepala Kantah Kabupaten Bogor Sontang Coin Manurung terkait dugaan suap pengurusan HGB.

 

BACA JUGA:  Selasa Pagi Anak Krakatau Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Bergerak ke Arah Ini