INDORAYATODAY.COM, DEPOK — Pembangunan Jalan Enggram–Pemuda di Kota Depok berjalan sekitar 10 persen lebih cepat dari jadwal dan ditargetkan rampung pada akhir November 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Yodi Joko Bintoro mengatakan, target tersebut lebih cepat dibandingkan jadwal penyelesaian pekerjaan yang sebelumnya ditetapkan pada 8 Desember 2026.

“Target awal kita selesai awal Desember. Cuma dari persentase capaian progres kita di atas 10 persen. Mudah-mudahan sekitar akhir November bisa selesai,” kata Yodi, Senin (21/9/2026).

Yodi menyampaikan perkembangan tersebut saat mendampingi Wali Kota Depok Supian Suri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Jalan Enggram–Pemuda.

Saat ini, pekerjaan Jalan Enggram–Pemuda berlangsung secara paralel di sisi timur dan barat.

Di sisi timur, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian abutment atau struktur penopang pada ujung jembatan. Setelah tahap tersebut rampung, konstruksi pracetak jembatan akan dipasang untuk menghubungkan kedua sisi.

“Sekarang kita sedang finalisasi abutment jembatan di sisi timur. Mudah-mudahan akhir September voided jembatannya sudah bisa kita pasang,” ujar Yodi.

Menurut Yodi, konstruksi voided tersebut berbentuk menyerupai balok pracetak yang nantinya menjadi bagian penghubung antarsisi jembatan.

Sementara di sisi barat, pekerjaan sudah memasuki tahap pengecoran dan perkerasan jalan, termasuk lapisan dasar serta konstruksi beton kaku atau rigid pavement.

“Di sisi barat kita coba pengecoran untuk perkerasan. Ada LC dan juga lapisan rigid betonnya. Jadi sambil berjalan, rigid betonnya jalan, abutment-nya juga jalan,” katanya.

Pengerjaan beberapa bagian secara bersamaan itu menjadi bagian dari upaya menjaga progres pembangunan tetap berada di atas jadwal.

Yodi mengatakan pekerjaan Jalan Enggram–Pemuda sejauh ini tidak menghadapi hambatan signifikan.

BACA JUGA:  Bukan Hanya Meriah, Karang Taruna Cimpaeun Depok Bawa Pesan Kebersamaan di HUT Ke-81 RI

Kesiapan lahan menjadi salah satu faktor yang membuat pekerjaan konstruksi dapat berlangsung tanpa terganggu persoalan pembebasan tanah.

“Alhamdulillah, karena lahannya sudah dibebaskan, jadi tidak ada kendala serius,” kata Yodi.

Dengan kondisi tersebut, Dinas PUPR Kota Depok optimistis pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dibandingkan target kontrak.

Jika progres dapat dipertahankan, pembangunan Jalan Enggram–Pemuda diperkirakan selesai pada akhir November 2026, lebih awal dari jadwal 8 Desember 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Yodi turut menyampaikan perkembangan proyek berbeda, yakni rencana pembangunan Jalan Raya Abdul Wahab.

Proyek tersebut bukan bagian dari pembangunan Jalan Enggram–Pemuda yang sedang dikerjakan saat ini.

Untuk Jalan Raya Abdul Wahab, Pemkot Depok merencanakan pembangunan jalur baru dari kawasan Simpang Parung Bingung hingga bertemu Jalan Pemuda. Jalur tersebut direncanakan sepanjang sekitar 500 meter dengan lebar sekitar 13 meter.

“Pelebaran jalan itu kita buka jalan baru. Bukan melebarkan jalan yang sekarang, tetapi kita jadikan dua. Jadi tidak mengganggu arus lalu lintas yang ada,” ujar Yodi.

Menurut dia, Pemkot Depok masih menunggu perkembangan pembebasan lahan sebelum pekerjaan dapat dilaksanakan. Anggaran awal pembangunan tersebut yang disiapkan sekitar Rp25 miliar kemudian disesuaikan menjadi sekitar Rp19 miliar untuk mengejar waktu pelaksanaan.

PUPR menargetkan pekerjaan Jalan Raya Abdul Wahab tersebut dapat mulai ditangani tahun ini dengan batas waktu pelaksanaan hingga Desember 2026. ***