INDORAYATODAY.COM, WASHINGTON — Presiden China Xi Jinping mendorong Amerika Serikat dan Iran segera kembali ke jalur dialog dan negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan kedua negara.

Pesan tersebut disampaikan Xi saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Kamis (24/9/2026). Pertemuan itu berlangsung di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran.

Dalam pembicaraan dengan Trump, Xi menegaskan posisi China yang menginginkan penyelesaian melalui jalur damai.

Menurut Xi, kedaulatan dan keamanan setiap negara harus dihormati. Beijing juga menyatakan selama ini berupaya memainkan peran konstruktif untuk meredakan ketegangan dan mendorong deeskalasi.

China, kata Xi, telah mendorong pihak-pihak terkait untuk tetap memilih penyelesaian damai dan menjaga momentum perundingan.

Dalam pertemuan tersebut, Xi secara khusus menyampaikan dukungan China agar Washington dan Teheran kembali pada Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad.

MoU Islamabad merupakan kerangka yang sebelumnya menjadi pijakan bagi upaya meredakan konflik dan membuka jalur perundingan antara AS dan Iran. Kesepakatan itu kemudian menghadapi kebuntuan setelah kedua pihak saling menuding melakukan pelanggaran.

Dorongan serupa sebelumnya juga disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi ketika bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Beijing pada 16 September 2026.

Saat itu, Wang menyerukan agar Iran dan AS menahan diri, kembali ke MoU Islamabad dan membangun kembali mekanisme perundingan untuk membahas persoalan yang menjadi perhatian kedua pihak.

Sikap tersebut kembali ditegaskan Xi secara langsung di hadapan Trump dalam pertemuan di Gedung Putih.

Xi tidak hanya mendorong dimulainya kembali pembicaraan. Ia berharap proses diplomasi nantinya menghasilkan kesepakatan yang lebih luas.

China menginginkan Washington dan Teheran pada akhirnya mencapai kesepakatan komprehensif yang mencakup persoalan nuklir maupun isu lain yang menjadi sumber perselisihan.

BACA JUGA:  Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka Penuh bagi Kapal Dagang

Xi berharap kedua negara dapat “kembali ke jalur penyelesaian masalah melalui dialog dan negosiasi sesegera mungkin,” menurut keterangan resmi pemerintah China.

Beijing memandang berlarutnya konflik AS-Iran tidak menguntungkan pihak-pihak yang terlibat maupun masyarakat internasional.

Sehari sebelum pertemuan Xi dan Trump, Kementerian Luar Negeri China juga kembali menyatakan pentingnya penyelesaian perselisihan melalui dialog dan negosiasi untuk memulihkan perdamaian di kawasan Timur Tengah dan Teluk.

Pertemuan Xi dan Trump sendiri merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden China ke Amerika Serikat pada 23–25 September 2026. Selain persoalan Iran, kedua pemimpin membahas hubungan China-AS serta sejumlah isu internasional lainnya.