INDORAYATODAY.COM, TEHERAN — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak mudah diisolasi Amerika Serikat karena memiliki akses kerja sama melalui 15 negara tetangga.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Kamis (8/10/2026), di tengah tekanan ekonomi dan pembatasan jalur perdagangan yang diberlakukan Washington terhadap Teheran.

Menurut Pezeshkian, posisi geografis Iran memungkinkan negaranya mempertahankan hubungan ekonomi dengan negara-negara di kawasan meskipun menghadapi berbagai pembatasan.

“Kami berbagi perbatasan dengan 15 negara, jadi mereka [Amerika Serikat] tidak bisa dengan mudahnya memblokade kami,” kata Pezeshkian kepada televisi Iran, sebagaimana dilaporkan Sputnik.

Pernyataan mengenai hubungan dengan 15 negara tetangga itu juga dilaporkan Anadolu Agency berdasarkan keterangan Pezeshkian kepada media Iran.

Pezeshkian menjelaskan, hubungan dengan negara-negara tetangga membuka berbagai pilihan bagi Iran untuk mempertahankan aktivitas perdagangan dan kerja sama internasional.

Menurutnya, peluang tersebut tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup hubungan politik dan keamanan.

Ia menilai keberadaan sejumlah jalur kerja sama regional dapat membantu Iran menghadapi kebijakan pembatasan dari negara lain.

Karena itu, pemerintah Iran berupaya memperkuat hubungan bilateral maupun multilateral dengan negara-negara di kawasan.

Pezeshkian juga menyatakan akan membahas strategi menghadapi pendekatan sepihak dalam hubungan internasional.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pendekatan diplomatik Teheran untuk mempertahankan hubungan luar negeri di tengah tekanan Amerika Serikat.

Pernyataan Pezeshkian disampaikan menjelang agenda kunjungannya ke Turkmenistan untuk menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) dan KTT Lingkungan Hidup Kaspia.

Forum tersebut mempertemukan sejumlah pemimpin negara untuk membahas kerja sama kawasan dan berbagai persoalan internasional.

Bagi Iran, pertemuan itu menjadi kesempatan untuk memperluas komunikasi dengan negara-negara tetangga sekaligus membicarakan peluang kerja sama ekonomi dan perdagangan.

BACA JUGA:  PM Malaysia Anwar Ibrahim Bicara dengan Presiden Iran Bahas Konflik dengan Israel

Pezeshkian menyebut kunjungan tersebut sebagai peluang untuk mempererat hubungan dengan negara-negara di kawasan.

Ia berharap pembahasan dalam forum dapat menghasilkan kemajuan dalam kerja sama regional, termasuk menghadapi kebijakan sepihak dalam hubungan internasional.

Pernyataan Presiden Iran muncul ketika Amerika Serikat masih menerapkan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang berupaya memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran.

Selain pembatasan maritim, Washington juga memberlakukan sanksi ekonomi terhadap berbagai sektor yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan Iran.

Pada 8 Oktober 2026, pemerintah AS kembali mengumumkan sanksi terhadap jaringan dan sejumlah kapal yang terkait dengan pengangkutan minyak serta produk petrokimia Iran.

Iran juga menyebut pembatasan yang berdampak pada penerbangan internasionalnya sebagai bentuk “blokade udara”.

Meski demikian, Pezeshkian berpandangan bahwa hubungan dengan negara-negara tetangga tetap memberikan ruang bagi Iran untuk menjalankan kerja sama ekonomi, perdagangan, politik, dan keamanan.

Pernyataan tersebut mencerminkan posisi pemerintah Iran dalam menghadapi tekanan Washington, bukan jaminan bahwa seluruh dampak pembatasan ekonomi dapat dihindari.