INDORAYATODAY.COM – Di tengah derasnya arus dunia digital, peran orangtua menjadi semakin penting dalam menjaga anak dari dampak negatif teknologi.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, dalam seminar parenting bertajuk “Melek Digital, Orangtua Hebat Anak Selamat” yang diselenggarakan Forum Kajian Islamic Center Al Furqon bersama BKMT Kota Bekasi di Margajaya, Bekasi Selatan, Kamis (26/6/2025).
Menurut Harris, gadget dan internet kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Namun, tanpa pendampingan yang tepat, teknologi bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai risiko seperti kecanduan, menurunnya kualitas hubungan keluarga, hingga paparan konten berbahaya.
“Orangtua adalah guru pertama dan utama bagi anak. Di era digital, peran ini semakin kompleks karena kita harus ikut menavigasi dunia teknologi bersama mereka,” ujar Harris.
Ia menekankan pentingnya orangtua menetapkan batasan waktu penggunaan gadget, menyeleksi konten yang sesuai dengan usia anak, serta aktif memantau aktivitas digital mereka.
Pendampingan ini, menurutnya, adalah bentuk kontrol sosial dalam keluarga untuk melindungi anak dari kekerasan digital, pornografi, dan pengaruh negatif lainnya.
Namun Harris juga menyoroti sisi positif dari teknologi. Jika digunakan secara tepat, gadget dapat menjadi sarana pembelajaran, eksplorasi kreativitas, peningkatan keterampilan motorik dan kognitif, hingga menjaga koneksi sosial dengan keluarga yang jauh.
Ia berharap melalui seminar ini, para orangtua dapat lebih memahami tanda-tanda awal kecanduan game atau pornografi digital dan mengetahui cara mencegahnya.
Kuncinya, kata Harris, ada pada komunikasi terbuka di rumah dan penerapan aturan penggunaan gadget yang adil dan konsisten.
“Dengan orangtua yang sadar, terampil, dan bijak dalam menghadapi era digital, anak-anak akan tumbuh dalam lingkungan penuh cinta, pengawasan yang mendidik, bukan mengekang,” tegasnya.
Ia pun optimis bahwa dengan sinergi antara orangtua dan anak, generasi masa depan akan lebih kuat dalam karakter, mandiri dalam mengelola diri, dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi secara sehat.
“Anak-anak akan mampu mengatur kebiasaan bermain game, belajar dari konten edukatif, dan tumbuh dengan integritas yang kokoh. Jika keluarga kuat, maka masa depan bangsa juga kuat,” pungkas Harris.[]

Tinggalkan Balasan