INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, mendorong penggunaan teknologi mutakhir dalam proses revitalisasi kawasan Balai Konservasi Candi Borobudur. Menurutnya, teknologi diperlukan untuk mencapai efisiensi waktu, biaya, dan tenaga dalam pemugaran salah satu warisan dunia tersebut.
Fadli Zon meninjau Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (30/11), sebagai bagian dari rangkaian kerja di Jawa Tengah.
Menbud menjelaskan, revitalisasi candi akan sangat kompleks tanpa dukungan teknologi. Ia secara khusus mengusulkan penerapan teknik fotogrametri dan teknologi tiga dimensi (3D) untuk mengakselerasi pengerjaan.
“Pemugaran candi-candi harus memakai teknologi. Sekarang sudah bisa menggunakan foto, diolah menggunakan komputer dan teknologi lain supaya memudahkan. Kita juga bisa analisis menggunakan teknik 3D,” kata Fadli Zon.
Teknologi 3D ini memungkinkan tim untuk membuat model digital Candi Borobudur, memetakan kerusakan batu, merencanakan posisi rekonstruksi, dan mensimulasikan pemugaran tanpa menyentuh struktur aslinya.
Libatkan Semua Pihak
Selain aspek teknologi, Menbud juga menekankan bahwa proses revitalisasi memerlukan partisipasi dan sinergi dari semua pihak.
“Tugas melestarikan cagar budaya merupakan tanggung jawab semua pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat, arkeolog, sejarawan, bahkan siswa-siswi yang masih duduk di bangku sekolah,” tegasnya.
Menbud Fadli Zon menitipkan pesan agar proses revitalisasi dapat dipercepat untuk mendukung pemajuan kebudayaan dan sekaligus diharapkan dapat mengembangkan ekonomi kreatif lokal.
“Kami harapkan dalam waktu dekat, dan jika prosesnya berjalan dengan lancar, kita bisa melakukan rekonstruksi Candi Borobudur dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan