DEPOK, INDORAYA TODAY – Yayasan Rumah Pengembangan dan Pemberdayaan Disabilitas (YRPPD) sukses menggelar Festival Kesetaraan Inklusi Indonesia di Alun-alun Timur, Grand Depok City (GDC), pada Sabtu (6/12/2025).

Festival yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Devi Maryori, yang hadir mewakili Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wadah penting.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ruang kreatif tanpa batas yang menampilkan karya sastra, pameran, bazar disabilitas, UMKM, serta berbagai ekspresi seni dan kreativitas lainnya.

“Isu disabilitas bukan hanya urusan sektor sosial, tapi juga kemanusiaan dan pembangunan. Kegiatan ini wadah atau ruang berkarya, setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Devi di sela acara.

Pemkot Depok juga menyatakan komitmennya dalam implementasi kebijakan inklusi yang nyata dan berkelanjutan. Devi Maryori menyebut Pemkot terbuka untuk menjalin kerja sama dengan lembaga sosial, komunitas, dan dunia usaha dalam upaya pemberdayaan penyandang disabilitas.

Salah satu bentuk perhatian Pemkot Depok terhadap penyetaraan siswa inklusi adalah melalui inovasi Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI).

“Dalam misi pertama Pemkot Depok yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia yang inklusif, kami memiliki inovasi berupa Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI). Di dalamnya kami memberikan pendidikan kreativitas, seperti les menari, menyanyi, dan lainnya. Ini bentuk perhatian kami dalam penyetaraan siswa inklusi,” papar Devi.

Festival Kesetaraan Inklusi Indonesia yang diinisiasi YRPPD ini digelar untuk menumbuhkan kesadaran dan komitmen bersama dalam penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan hak penyandang disabilitas. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari konser musik, festival seni dan sastra, hingga pameran karya teman-teman disabilitas serta bazar UMKM, dilaksanakan dengan semangat kesetaraan, partisipasi, dan inklusi sosial. (Muhamad Taufik)

BACA JUGA:  Kemenhub Ungkap Kronologi Ancaman Bom di Pesawat Jamaah Haji Asal Depok