DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Sukatani, Kecamatan Tapos, Jumat (12/11/2025). Sidak dipimpin langsung Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, bersama jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Dalam kesempatan itu, Chandra mengatakan, sidak dilakukan atas arahan Wali Kota Depok, Supian Suri, dalam rangka memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjelang momentum hari besar yang berdekatan, termasuk Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Hari ini saya melaksanakan sidak pasar, arahan dari Bapak Wali Kota. Natal dan Tahun Baru didampingi oleh seluruh jajaran, mulai dari Bappeda, Asisten Daerah, DKP3, Dinkes, Camat, hingga Kodim,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Berdasarkan hasil pemantauan, Pemkot Depok menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan. Rata-rata kenaikan berada pada kisaran 5–10 persen untuk minyak goreng, daging ayam, telur ayam, susu kental manis, cabai, teri Medan, ikan segar, hingga kacang-kacangan.
Namun, lonjakan tertinggi terjadi pada cabai merah rawit yang tembus hampir 100 persen dibanding bulan sebelumnya. Kacang tanah juga tercatat mengalami kenaikan signifikan.
“Kenaikan tertinggi itu di cabai merah rawit. Berdasarkan pedagang, kenaikannya bisa hampir 100 persen,” tutur Chandra.
Karena itu, Wakil Wali Kota memastikan temuan ini akan segera ditindaklanjuti bersama TPID untuk mengantisipasi tekanan inflasi yang berpotensi meningkat akibat kebutuhan masyarakat yang bertambah jelang Nataru, Imlek, Ramadan dan Idulfitri.
“Kenaikan ini akan kami pantau secara seksama. Kami akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan seperti operasi pasar atau intervensi lain,” jelasnya.
Selain memantau harga, Chandra juga menemukan sejumlah produk yang tidak layak dijual. Items tersebut langsung ditindak oleh Dinas Kesehatan bersama Badan POM.
“Produk yang membahayakan langsung ditindaklanjuti untuk tidak boleh dijual lagi,” ungkapnya.
Dalam sidak, Wakil Wali Kota juga menyerap aspirasi seorang pedagang ayam, mengeluhkan keberadaan ritel modern yang dinilai berdampak terhadap penjualan di pasar tradisional.
Menanggapi hal tersebut, Chandra mengatakan Pemkot akan mengkaji lebih jauh persoalan rantai pasok. Pemkot Depok, lanjut dia, akan melihat kemungkinan intervensi melalui perbaikan rantai distribusi agar pasokan ke pasar tradisional lebih efisien, termasuk lewat peran Koperasi Merah Putih.
Melalui sidak ini, Pemkot Depok menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi potensi lonjakan inflasi menjelang Nataru.

Tinggalkan Balasan