INDORAYATODAY.COM — Wajah transportasi tradisional di Kota Magelang mulai memasuki babak baru. Pemerintah Kota Magelang secara resmi menyalurkan bantuan 100 unit becak listrik produksi PT Pindad yang merupakan inisiatif langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik Sudaryati Deyang, kepada para pengayuh becak di Pendopo Pengabdian, kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Jumat (26/12/2025). Langkah ini dipandang sebagai upaya “memanusiakan” para pengemudi becak melalui sentuhan teknologi.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menjelaskan bahwa dari total bantuan tersebut, 65 unit diprioritaskan bagi pengemudi becak aktif yang telah terdata. Sementara 35 unit sisanya akan dialokasikan sebagai moda transportasi penunjang di berbagai objek wisata unggulan di Kota Magelang.

Damar menekankan bahwa kehadiran becak listrik ini menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus meringankan beban fisik para pengemudi, terutama mereka yang sudah lanjut usia. “Ini adalah langkah nyata untuk membantu taraf hidup pengemudi becak lansia agar mereka tidak lagi terkendala faktor fisik dalam mencari nafkah,” ujar Damar.

Namun, ia mengingatkan dengan tegas bahwa unit becak senilai Rp22 juta per unit ini berstatus hak pakai. Pemkot Magelang melarang keras adanya praktik jual-beli atau pemindahtanganan bantuan tersebut. “Kami akan menyiapkan sistem pengendalian dan pengawasan yang lebih ketat di lapangan agar bantuan ini tetap tepat sasaran,” tegasnya.

Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa program ini merupakan ambisi besar Presiden Prabowo untuk memodernisasi becak di seluruh Indonesia. Saat ini, fokus pendistribusian memang masih menyasar kota-kota di Pulau Jawa.

“Secara nasional, Presiden telah memesan 70.000 unit becak listrik ke PT Pindad yang ditargetkan rampung pada 2028. Ini murni inisiatif beliau untuk membantu rakyat kecil dengan teknologi yang lebih efisien,” jelas Nanik. Sebelum menerima unit, para pengemudi telah dibekali pelatihan teknis, mulai dari pengoperasian hingga perawatan baterai.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Lepas Kontingen SEA Games 2025, Ini Tugas Kehormatan Membela Negara

Slamet, seorang warga Kiringan yang telah bertahun-tahun menarik becak konvensional, mengaku sangat terbantu dengan bantuan ini. Di usianya yang tak lagi muda, mengayuh becak jarak jauh menjadi tantangan fisik yang berat.

“Pemberian becak listrik gratis ini sangat membantu kami. Sekarang bisa menghemat tenaga dan tidak cepat lelah saat mencari nafkah,” ungkap Slamet penuh syukur.

Program ini diharapkan tidak hanya menjaga eksistensi becak sebagai warisan budaya transportasi, tetapi juga meningkatkan harkat dan martabat para pengemudinya di tengah arus modernisasi zaman.