DEPOK, INDORAYA TODAY – Tokoh Wisma Sahabat Yesus (WSY) Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto, membantah narasi yang menyebut adanya pelarangan ibadah Natal oleh warga di lingkungan Kelurahan Pondok Cina, Beji, Depok.

Bambang menegaskan bahwa situasi yang terjadi sebenarnya adalah proses komunikasi dan silaturahmi antara pengelola wisma dengan warga setempat untuk meninjau ulang kegiatan di lokasi tersebut.

“Tidak ada pelarangan, tidak ada membatasi, dan tidak ada pembatalan. Yang ada kita silaturahmi untuk kembali meninjau ulang kegiatan di sini yang berkaitan dengan Ekaristi Misa,” ujar Bambang kepada wartawan, dikutip Sabtu (27/12/2025).

Bambang menjelaskan, Wisma Sahabat Yesus telah menjadi wadah kegiatan mahasiswa sejak tahun 1989. Sebagai Moderator Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Unit Jakarta Selatan, ia mendampingi mahasiswa dari 14 kampus yang kerap berkunjung ke wisma tersebut.

Menurutnya, mobilitas mahasiswa yang tinggi memicu rasa ingin tahu warga. Hal inilah yang mendasari pentingnya dialog antara pengelola dan masyarakat sekitar.

“Wajar warga ingin tahu, karena banyak sekali yang ke sini. Intinya semua sudah terjalin lagi, warga sudah tahu apa yang dilakukan di sini, dan kami ingin melakukan silaturahmi lebih lanjut,” tuturnya.

Mengenai ketiadaan Misa pada 24 Desember lalu, Bambang menyebut hal itu murni karena faktor teknis waktu. Pertemuan dengan warga baru terlaksana pada 23 Desember, sehingga tidak ada cukup waktu untuk berkoordinasi sebelum jadwal Misa malam Natal.

“Karena waktunya mepet, tanggal 23 bertemu, lalu tanggal 24 sudah ada Misa. Tidak ada waktu lagi untuk ketemu warga, makanya lebih baik yang Misa 24 itu tidak ada. Tapi selanjutnya kan ada, ini kan proses,” jelas Bambang.

BACA JUGA:  U-Turn Jalan Kartini Depok Diduga Langgar Aturan, Polisi dan Dishub Saling Lempar Bola Panas

Ia menyayangkan adanya narasi di media sosial yang membingkai kejadian tersebut sebagai konflik atau pelarangan ibadah secara sepihak.

“Kami juga merayakan Natal, makan-makan di sini. Warganet mengubahnya seolah-olah menjadi perkara. Saya mau menggarisbawahi tidak ada perkara, semua berkaitan dengan relasi dan silaturahmi,” jelasnya.

Pihak Wisma Sahabat Yesus berencana melanjutkan pertemuan dengan tokoh masyarakat minggu ini untuk menuntaskan isu yang berkembang. Langkah ini diambil guna menjaga kerukunan dan menetralkan informasi keliru yang beredar di masyarakat.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial kabar mengenai pembatalan Misa Natal di Wisma Sahabat Yesus setelah adanya mediasi di Kantor Kelurahan Pondok Cina pada Selasa (23/12/2025). Kabar tersebut menyebutkan adanya keberatan warga terkait peruntukan bangunan yang dinilai menyerupai gereja tanpa izin resmi.