DEPOK, INDORAYA TODAY – Program Sekolah Lansia di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, terus menunjukkan dampak positif bagi warga lanjut usia. Program ini dinilai berhasil meningkatkan kualitas hidup lansia melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif.
Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, hadir memberikan sambutan dalam kegiatan Sekolah Lansia bertema “Menjadi Lansia Sehat, Bugar, Produktif & Bahagia” pada Sabtu (14/2/2026). Ia menyebut program ini layak menjadi kebanggaan karena manfaatnya langsung dirasakan peserta maupun lingkungan sekitar.
Menurut Hamzah, Sekolah Lansia mengusung pendekatan humanis dan partisipatif. Program ini menyentuh berbagai aspek kehidupan lansia, mulai dari kesehatan, aktivitas sosial, hingga penguatan mental, sehingga peserta tetap aktif dan produktif meski berada di usia senja.
“Sekolah lansia ini sangat inspiratif karena bukan hanya tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, dan menjaga semangat hidup para lansia,” kata Hamzah.
Ia menambahkan, kegiatan rutin seperti ini penting bagi lansia yang kerap menghadapi tantangan psikologis, termasuk rasa kesepian dan menurunnya kepercayaan diri. Sekolah Lansia memberi mereka wadah untuk tetap berinteraksi, belajar, dan merasa menjadi bagian dari komunitas.
Program yang diikuti sekitar 35 peserta ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai edukasi kesehatan, pemeriksaan fisik berkala, senam lansia, pelatihan keterampilan, kegiatan rohani, hingga aktivitas rekreasi ringan. Hamzah menilai, pendekatan ini menunjukkan perhatian yang komprehensif terhadap kebutuhan lansia.
“Lansia tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan, tetapi juga ruang sosial agar tetap merasa berdaya dan dihargai,” tegas Hamzah.
Ia menekankan bahwa pembinaan masyarakat berbasis komunitas seperti Sekolah Lansia dapat berjalan efektif bila dilakukan konsisten dan melibatkan partisipasi warga. Pola ini, menurutnya, layak dijadikan model program pemberdayaan lansia di wilayah lain.
Hamzah juga menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat agar program serupa dapat terus berkembang. Bila dikelola serius, Sekolah Lansia bisa menjadi contoh pemberdayaan lansia yang diterapkan di wilayah lain di Jawa Barat.
Ia menutup dengan mengingatkan bahwa lansia merupakan bagian penting masyarakat, dengan pengalaman dan kebijaksanaan yang dapat menjadi teladan generasi muda. “Kita harus memastikan mereka tetap sehat, aktif, dan bahagia di usia senja,” ujar Hamzah.
Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan lansia menjadi indikator keberhasilan pembangunan sosial, yang tidak hanya menekankan pertumbuhan ekonomi atau infrastruktur, tetapi juga kualitas hidup seluruh kelompok usia.
Hamzah berharap Sekolah Lansia tidak hanya dipertahankan, tetapi diperluas agar mampu mencetak generasi senior yang sehat, mandiri, produktif, dan tetap berperan aktif dalam kehidupan sosial.
“Kita ingin masyarakat yang tidak sekadar panjang usia, tetapi juga panjang makna, di mana lansia dihormati, diberdayakan, dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” tuntas Hamzah. (Muhamad Taufik)

Tinggalkan Balasan